TVRINews, Jakarta
Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menjadi perhatian serius Kementerian Haji dan Umrah (Kementerian Haji dan Umrah Indonesia) yang menegaskan akan memperkuat layanan ramah lansia dan perempuan. Di sisi lain, DPR RI melalui Tim Pengawas Haji memastikan pengawasan dilakukan secara langsung untuk memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar di lapangan.
Anggota Timwas Haji DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menegaskan bahwa kelompok lanjut usia menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini mengingat porsinya yang cukup besar dalam total jemaah Indonesia.
“Fokus kami jelas pada layanan ramah lansia. Dengan jumlah yang cukup signifikan, maka seluruh petugas harus benar-benar siap dan responsif di lapangan,” Anggota Timwas Haji DPR RI, Neng Eem dalam keterangannya, Minggu, 17 Mei 2026.
Diketahui, Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 221 ribu jemaah pada musim haji 1447 Hijriah/2026. Sekitar seperempatnya merupakan lansia, sementara lebih dari 100 ribu jemaah masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) yang memerlukan pendampingan khusus.
Neng Eem menekankan bahwa pengawasan DPR tidak hanya menyasar aspek layanan khusus, tetapi juga keseluruhan fasilitas pendukung mulai dari tempat tinggal, transportasi, hingga layanan konsumsi jemaah di Arab Saudi.
“Yang kami awasi bukan hanya satu aspek, tapi seluruh layanan, termasuk hotel, transportasi, dan mobilitas jemaah agar sesuai dengan komitmen awal,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya standar layanan konsumsi yang harus disesuaikan dengan kebutuhan jemaah Indonesia, terutama bagi kelompok lansia yang membutuhkan perhatian lebih pada aspek kesehatan dan gizi.
“Menu makanan harus diperhatikan, bukan hanya soal nutrisi tapi juga waktu penyajian dan kecocokan dengan selera jemaah agar kondisi mereka tetap terjaga selama ibadah,” ujarnya.
Selain itu, Timwas Haji DPR RI juga akan meninjau kesiapan layanan kesehatan, termasuk tenaga medis, ketersediaan obat, serta penanganan jemaah yang mengalami kelelahan pada fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Neng Eem berharap penyelenggaraan haji di bawah Kementerian Haji dan Umrah ini dapat memberikan kualitas layanan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya, sehingga jemaah dapat beribadah dengan nyaman dan aman hingga kembali ke Tanah Air.
“Kami berharap seluruh rangkaian pelayanan berjalan optimal agar jemaah bisa fokus beribadah dan pulang dengan kondisi sehat serta membawa predikat haji mabrur,” pungkasnya.










