TVRINews, Tangerang
Mahasiswa Program Studi Magister Teknik Informatika, Pascasarjana Universitas Pamulang (UNPAM), mengembangkan dashboard monitoring kehamilan berbasis web untuk membantu kader Posyandu Kamboja, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, mendeteksi risiko kehamilan secara dini.
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Tim yang diketuai Daniel Melando itu menghadirkan sistem digital untuk mempermudah pencatatan data kesehatan ibu hamil, pemantauan kondisi kehamilan, serta identifikasi risiko yang memerlukan penanganan medis. Kegiatan ini didampingi dosen pembimbing Dr. Sudarno, DEA, dan Tukiat. Adapun anggota tim terdiri atas Muhammad Lutfi Abdullah, Fahmi Fahrudin, Indra Permana, Annisa Nur Indriyanti, Nuni Yulianti, dan Ersa Putri Muharom.
Program tersebut mengusung tema “Perancangan Dashboard Monitoring Kehamilan Berbasis Web untuk Deteksi Dini Risiko Ibu Hamil pada Posyandu Kamboja Sepatan Timur Kabupaten Tangerang”.
Digitalisasi Pencatatan Kesehatan Ibu Hamil
Sebelum penerapan sistem ini, pencatatan pemeriksaan ibu hamil di Posyandu Kamboja masih dilakukan secara manual menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta lembar rekapitulasi. Data yang dicatat meliputi Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), Hari Perkiraan Lahir (HPL), tekanan darah, dan riwayat medis.
Metode pencatatan tersebut memiliki sejumlah keterbatasan, mulai dari risiko kehilangan atau kerusakan dokumen hingga proses pencarian data dan analisis kondisi kesehatan yang membutuhkan waktu lebih lama.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim PKM menerapkan sistem informasi berbasis web dengan teknologi Next.js dan Supabase yang memanfaatkan penyimpanan berbasis komputasi awan (cloud).
Sistem ini dilengkapi modul klasifikasi risiko otomatis berdasarkan standar Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR 2019). Melalui fitur tersebut, data ibu hamil dapat diolah untuk membantu mengelompokkan tingkat risiko kehamilan.
Klasifikasi yang digunakan mencakup Kehamilan Risiko Rendah (KRR) dengan skor 2, Kehamilan Risiko Tinggi (KRT) dengan skor 6–10, serta Kehamilan Risiko Sangat Tinggi (KRST) dengan skor 12 atau lebih.
Hasil klasifikasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kader dan tenaga kesehatan dalam menentukan kebutuhan pemantauan serta tindak lanjut medis. Penilaian sistem tetap perlu disertai pemeriksaan dan pertimbangan tenaga kesehatan.
Selain mempermudah pencatatan, dashboard ini menyediakan sejumlah fitur untuk mendukung pemantauan kesehatan ibu hamil. Fitur pertama adalah pendataan dan registrasi yang memungkinkan kader memasukkan profil ibu hamil, HPHT, HPL, berat badan, serta perkembangan tekanan darah.
Kedua, sistem peringatan dini (early warning alerts) yang membantu mengidentifikasi anomali klinis, termasuk tekanan darah tinggi dengan nilai 140/90 mmHg atau lebih, sebagai salah satu tanda yang memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.
Ketiga, visualisasi data secara waktu nyata (real-time) yang menyajikan grafik perkembangan kehamilan dan status risiko. Informasi tersebut diharapkan memudahkan kader dan bidan memantau kondisi ibu hamil serta merencanakan rujukan sesuai kebutuhan.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 10 Oktober 2026, tim PKM juga memberikan pelatihan langsung dan sosialisasi penggunaan dashboard kepada kader Posyandu Kamboja. Pelatihan tersebut mencakup tata cara memasukkan data, memantau perkembangan kehamilan, membaca informasi risiko, serta menggunakan fitur peringatan dini.
Ketua Kader Posyandu Kamboja, Sri Supadmi, menyambut positif penerapan sistem tersebut. Menurutnya, dashboard berbasis web membantu kader mengatasi kendala pencatatan manual dan mempercepat pencarian riwayat kesehatan ibu hamil.
"Pencatatan manual di buku KIA selama ini sering memakan waktu lama dan berisiko saat mencari rekap data riwayat ibu hamil. Dengan adanya Dashboard Monitoring Kehamilan berbasis web dari tim PKM Magister Teknik Informatika UNPAM ini, kami para kader sangat terbantu. Kami bisa mendeteksi lebih cepat jika ada ibu hamil yang berisiko tinggi dan bisa langsung mengarahkan rujukan medis ke Puskesmas atau Rumah Sakit secara presisi. Pelatihannya sangat jelas dan sistemnya mudah digunakan bahkan bagi kami yang baru belajar,” terang Sri Supadmi, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin, 19 Oktober 2026.
Melalui kolaborasi antara akademisi Universitas Pamulang dan Posyandu Kamboja 2, program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan digital kader dalam mengelola data kesehatan ibu hamil. Penerapan teknologi tersebut juga diharapkan mendukung deteksi dini risiko kehamilan, mempercepat tindak lanjut medis, serta membantu upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah Kabupaten Tangerang.
Dengan sistem pencatatan yang lebih terstruktur dan informasi risiko yang mudah diakses, kader dan tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan pemantauan kehamilan secara lebih efektif serta mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.










