TVRINews – Denpasar, Bali
Pemerintah Akselerasi Distribusi BBM Nasional Pasca-Layanan Bali Pulih
Pemerintah Indonesia terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan memastikan volume pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) berada pada tingkat aman, sekaligus mempercepat pemulihan jalur distribusi logistik ke sejumlah wilayah yang sempat terhambat akibat cuaca dan kendala teknis.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa ketersediaan BBM secara nasional saat ini berada pada level standar ideal. Cadangan BBM jenis Pertalite (RON 90) tercatat cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama 16 hingga 20 hari, sedangkan pasokan untuk varian BBM lainnya terjaga konstan di atas 20 hari..

"Untuk sektor BBM, saya pastikan cadangan nasional kita berada di kisaran 16 hingga 20 hari untuk Pertalite, sementara jenis BBM lainnya secara rata-rata bertahan di atas 20 hari," ujar Bahlil usai memberikan keterangan resmi di Istana Negara, Jakarta, Senin 19 Oktober 2026.
Normalisasi Pasokan dan Penguatan Stok Regional
Langkah taktis juga diterapkan pada area-area distribusi strategis, salah satunya Provinsi Bali. Setelah sempat mengalami gangguan antrean akibat keterlambatan jadwal sandar kapal pengangkut pasokan dari Pulau Jawa, volume ketahanan BBM di wilayah tersebut kini berangsur pulih dari yang sebelumnya hanya mencukupi untuk kurun waktu 3 hingga 4 hari.
Pemerintah menargetkan ketersediaan BBM di Bali terus ditingkatkan dari posisi saat ini sebesar 11–12 hari menjadi 15 hari pada pekan mendatang, guna menyelaraskan ketercukupan stok dengan rata-rata nasional.

"Status stok di Bali per hari ini telah mencapai kisaran 11 hingga 12 hari. Saya sudah menginstruksikan agar dalam satu minggu ke depan batasnya dapat dinaikkan hingga 15 hari sehingga setara dengan standar nasional," kata Bahlil saat mengevaluasi kondisi pasokan di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar.
Keterlambatan armada pengangkut di wilayah Bali kini berhasil diurai melalui penambahan armada kapal serta sinergi lintas instansi yang melibatkan Pemerintah Daerah, Kepolisian, TNI, dan PT Pertamina (Persero).
Penataan Jalur Distribusi dan Kemandirian Solar
Dari aspek pasokan, pemerintah mencatat capaian signifikan pada komoditas solar, di mana pemenuhan kebutuhan dalam negeri kini dapat terpenuhi sepenuhnya tanpa memerlukan skema impor. Adapun untuk jenis Pertalite, sebagian dari alokasi pasokan masih ditopang oleh impor pasokan luar negeri.
Fokus penanganan kini dialihkan pada perbaikan rantai pasok darat dan perairan, khususnya di kawasan Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Di daerah-daerah tersebut, penurunan debit air akibat faktor cuaca mengakibatkan pendangkalan sungai yang menyulitkan kapal tanker berukuran besar untuk merapat ke titik bongkar muat.
Sebagai solusinya, moda transportasi logistik dialihkan menggunakan rute darat meskipun memerlukan waktu tempuh yang lebih panjang. Pemerintah telah memerintahkan Pertamina untuk menambah armada pengangkut guna mengantisipasi keterlambatan dan menjaga kelancaran distribusi BBM hingga ke konsumen akhir di seluruh wilayah Indonesia.










