TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat resmi menggelar sosialisasi dan uji coba penerapan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) di wilayah Jakarta Pusat. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses masyarakat dalam menjangkau bantuan sosial (bansos) secara digital sekaligus memperbanyak jumlah Agen Pendamping Perlinsos di lapangan.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Wali Kota Jakarta Pusat dan Menteri Sosial pada Selasa (22/9). Untuk tahap awal, uji coba digitalisasi layanan perlindungan sosial di Jakarta Pusat difokuskan pada Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.
Ketua Tim Penggunaan dan Diseminasi Data Pusdatin Kementerian Sosial, Raden Roro Endah Noorwidayati, menjelaskan bahwa skema baru ini membuka jalur pendaftaran bansos secara mandiri maupun melalui pendampingan agen.
“Bapak dan Ibu nantinya menjadi pendamping sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat yang ingin mengajukan bantuan sosial. Terdapat jalur pendaftaran mandiri dan jalur melalui agen,” ujar Endah dalam keterangan yang diterima pada Jumat, 25 September 2026.
Ia menegaskan keberadaan agen Perlinsos sangat krusial untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan tetapi memiliki keterbatasan literasi digital, sehingga kesalahan sasaran penerima bantuan dapat diminimalisasi.
“Semakin banyak agen, semakin luas jangkauan masyarakat yang dapat dibantu, sekaligus semakin cepat proses perbaikan data,” kata Endah.
Dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Ahmad Juhandi, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menekankan bahwa Agen Perlinsos merupakan relawan yang bertugas sebagai fasilitator pendataan dan pemutakhiran data warga.
“Agen dilarang keras memungut biaya dalam bentuk apa pun dan dilarang memanipulasi data. Kita harus menjaga integritas dan kepercayaan warga. Ini adalah kerja kemanusiaan,” katanya.
Sementara itu, narasumber dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Samuel Prayoga Tampubolon, memaparkan bahwa Portal Perlinsos dirancang untuk memangkas birokrasi dan menyederhanakan proses pengajuan bantuan melalui verifikasi identitas serta integrasi data antarlembaga.
“Melalui Portal Perlindungan Sosial, kita ingin mempersingkat tahapan. Ketika seseorang membutuhkan bantuan, ia dapat mengajukan melalui portal. Identitasnya diverifikasi, datanya diperiksa melalui pertukaran data, lalu penyalurannya didukung oleh infrastruktur pembayaran. Secara sederhana, warga melakukan autentikasi dan mendaftar. Jika hasilnya layak, proses dilanjutkan ke tahap nominasi rekening. Jika hasilnya tidak layak, warga dapat mengajukan sanggah. Setiap warga memiliki hak untuk memperbaiki datanya,” jelasnya.
Samuel menambahkan bahwa agen bertugas mendampingi proses pendaftaran, sedangkan sistem akan bekerja otomatis dalam menilai kelayakan data warga.
“Bapak dan Ibu sebagai agen tidak perlu mencari semua data itu sendiri. Tugasnya membantu pendaftaran. Sistem yang akan memeriksa data serta menampilkan hasil penilaiannya,” Samuel menambahkan.
Ia mengingatkan bahwa pendaftaran portal bukan jaminan otomatis menerima bansos karena status penerima tetap ditentukan oleh hasil penilaian sistem. Apabila terdapat ketidaksesuaian data, warga berhak mengajukan sanggah dengan dibantu oleh agen.
Sosialisasi yang melibatkan elemen suku dinas, kecamatan, kelurahan, hingga pendamping sosial ini juga diisi dengan demonstrasi teknis pendaftaran portal dan pengajuan sanggah. Kemensos dan Pemkot Jakarta Pusat berharap para peserta dapat memperkuat keterjangkauan layanan digital ini di wilayah masing-masing melalui gerakan pendampingan masyarakat.










