TVRINews, Jakarta
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman mengapresiasi keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Polda Jawa Timur dalam membongkar jaringan narkotika internasional asal Tailan yang menyelundupkan 3,37 ton narkotika jenis cannabis buds atau kuncup bunga ganja.
Menurut Habiburokhman, pengungkapan tersebut merupakan langkah besar dalam menyelamatkan jutaan masyarakat Indonesia dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
"Kami di Komisi III DPR RI sangat bangga dan memberikan penghormatan tertinggi atas operasi bersama ini. Menggagalkan penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga ganja senilai Rp4,5 triliun bukan sekadar prestasi angka-angka di atas kertas," kata Habiburokhman dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 4 Juli 2026.
"Ini adalah aksi nyata menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa rakyat Indonesia, terutama generasi muda, dari cengkeraman kehancuran narkoba," kata Habiburokhman menambahkan.
Ia mengungkapkan salah satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah rencana sindikat mengolah kuncup bunga ganja tersebut menjadi cairan isi ulang rokok elektrik atau vape yang dinilai menyasar kalangan anak muda.
"Ini modus yang sangat menyasar anak-anak muda kita lewat tren gaya hidup. Saya acungkan jempol untuk ketajaman intelijen BNN dan Bea Cukai yang mampu membaca serta mendeteksi modus kontainer resmi ini sejak awal di Pelabuhan Tanjung Priok hingga dikejar (controlled delivery) sampai ke gudang penampungannya di Gresik," ucap Habiburokhman.
Habiburokhman juga mendukung langkah BNN untuk memburu dua warga negara asing yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dan diduga menjadi pengendali jaringan internasional tersebut.
"Komisi III DPR RI mendukung penuh langkah BNN untuk berkoordinasi dengan Interpol, Polis Diraja Malaysia, dan Kepolisian Tiongkok guna memburu dua aktor intelektual dan pengendali utama jaringan ini, yaitu CKF alias L dan ZL alias J. Kejar ke mana pun mereka bersembunyi. Kedaulatan hukum Indonesia tidak boleh diinjak-injak oleh sindikat internasional," tutur Habiburokhman menjelaskan.
Ia menilai keberhasilan pengungkapan tersebut membuktikan profesionalisme BNN meski bekerja dengan sumber daya yang terbatas.
Dengan demikian, Komisi III DPR berkomitmen memperkuat BNN, baik dari sisi regulasi, kelembagaan, maupun dukungan anggaran.
"Oleh karena itu, selaku Ketua Komisi III, saya menegaskan komitmen kami untuk terus memperkuat posisi BNN, baik dari segi regulasi, penguatan kelembagaan, maupun dukungan anggaran yang maksimal pada masa sidang mendatang. Perang melawan narkoba membutuhkan persenjataan dan logistik yang kuat," kata Habiburokhman.
Sebelumnya, BNN mengungkap penyelundupan 3,37 ton cannabis buds asal Tailan yang disimpan di sebuah gudang kawasan pergudangan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan BNN bersama Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan dan Polda Jawa Timur yang berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di sejumlah wilayah, yakni DKI Jakarta, Tangerang, Purwakarta, Surabaya, dan Gresik.
Di sisi lain, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan operasi bermula dari informasi mengenai sebuah kontainer asal Tailan yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan dicurigai membawa narkotika.
"Pengungkapan ini diawali dari adanya informasi yang didapatkan oleh tim gabungan Bea Cukai berkolaborasi dengan Tim BNN RI pada hari Senin tanggal 29 Juni 2026 yang mencurigai adanya sebuah kontainer berasal dari Thailand dan telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok," ujar Suyudi.










