TVRINews, Maluku
Kearifan lokal masyarakat turut mewarnai pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-451 Kota Ambon, Senin, 7 September 2026. Nuansa budaya daerah tampak dalam rangkaian upacara, mulai dari penggunaan bahasa daerah hingga penampilan seni dan tradisi masyarakat Ambon.
Penggunaan bahasa daerah Ambon dalam momentum hari jadi kota menjadi salah satu pesan penting tentang upaya mempertahankan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Bahasa daerah tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang merekam sejarah, nilai, serta karakter masyarakat Kota Ambon.
Nuansa budaya juga terlihat dari busana yang dikenakan dalam peringatan HUT Kota Ambon. Sejumlah peserta dan tamu mengenakan pakaian tradisional, seperti baju cele, nona rok, kebaya dansa modern, hingga badiang dengan beragam warna dan corak.

Tidak hanya busana, sejumlah kesenian dan permainan rakyat turut menjadi bagian dari kemeriahan peringatan hari jadi Kota Ambon tahun ini. Musik khas masyarakat Ambon serta permainan tradisional seperti toki gaba-gaba, lemon nipis taguling-guling dan lengkaliling turut ditampilkan.
Kehadiran berbagai unsur budaya tersebut menjadi gambaran bahwa peringatan hari jadi Kota Ambon tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah kota, tetapi juga ruang untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni, budaya dan tradisi lokal.
Di tengah arus modernisasi, pelestarian budaya dinilai menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat. Kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga identitas dan warisan budaya.
Momentum HUT ke-451 Kota Ambon menjadi pengingat bahwa pembangunan kota perlu berjalan beriringan dengan pelestarian bahasa, adat, seni, budaya dan tradisi masyarakat.
Dengan demikian, kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas Kota Ambon di tengah perkembangan zaman.










