TVRINews, Pacitan
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pacitan terus dipercepat agar dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang terjaga. Hingga pertengahan Mei 2026, progres pembangunan proyek pendidikan terpadu tersebut telah menembus 50 persen.
Menurut Dody, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Presiden Prabowo Subianto berpesan agar seluruh pembangunan Sekolah Rakyat selesai tepat waktu, sesuai jadwal, dan kualitasnya benar-benar diperhatikan. Karena itu kami terus mengawal pekerjaan di lapangan agar berjalan efektif dan efisien,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 17 Mei 2026.
Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 2 di Pacitan dilakukan di atas lahan seluas 77.005 meter persegi dengan nilai kontrak mencapai Rp911,48 miliar. Proyek yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) tersebut ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.
Sejumlah fasilitas utama yang saat ini tengah dibangun meliputi gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa putra dan putri, rumah guru, masjid, kantin, dapur umum, ruang makan, hingga sarana olahraga seperti lapangan basket dan mini soccer. Kawasan ini dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu yang mendukung proses belajar sekaligus pembinaan karakter siswa.
Dody menambahkan, Kementerian PU menerapkan berbagai strategi percepatan pembangunan untuk memastikan target penyelesaian tercapai. Mulai dari penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, hingga penerapan sistem kerja tiga shift di lapangan.
“Kami ingin memastikan Sekolah Rakyat ini nantinya benar-benar menjadi fasilitas pendidikan yang nyaman, modern, dan mampu mendukung peningkatan kualitas generasi muda, khususnya di wilayah selatan Jawa Timur,” katanya.
Selain meningkatkan akses pendidikan, proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan juga dinilai memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja konstruksi serta meningkatnya aktivitas usaha lokal di kawasan proyek.










