TVRINews, Wamena
Program Edukasi Berbasis Tujuh Dimensi Lansia Tangguh untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Orang Tua.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Papua mengumumkan kehadiran lima sekolah lansia yang tersebar di wilayah Tanah Papua. Program ini dihadirkan sebagai langkah nyata pemerintah untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada usia lanjut.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua, Sarles Brabar, menjelaskan bahwa sekolah-sekolah lansia tersebut saat ini sudah beroperasi di beberapa daerah strategis. Di antaranya berada di Merauke (Papua Selatan), Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura (Papua), serta Kabupaten Jayawijaya (Papua Pegunungan).
"Di Merauke terdapat satu sekolah lansia yang akan wisuda, Kabupaten Jayapura sudah diwisuda Standar Satu (S1) dan akan dilanjukan ke S2, Kota Jayapura terdapat dua sekolah, Jayawijaya terdapat satu sekolah lansia, dan di Nabire, Papua Tengah, akan dibuka satu sekolah lansia dalam tahun ini," ujar Sarles dalam keterangannya di Wamena, dikutip Senin, 25 Mei 2026.
Dukungan Kuat dari Komunitas Gereja
Sarles mengungkapkan, kehadiran sekolah lansia ini mendapatkan respons yang sangat positif di tingkat akar rumput. Menariknya, rata-rata inisiasi pembentukan sekolah lansia ini lahir dari komunitas gereja yang menilai program milik pemerintah pusat ini sangat krusial.
"Kami bersyukur karena rata-rata yang membangun atau mendirikan sekolah lansia ini dari gereja, untuk membantu warga jemaatnya dalam menitik kelanjutan hidup lebih baik di usia lanjut," tuturnya.
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kualitas hidup para lansia di seluruh Indonesia, khususnya di Tanah Papua. Melalui sekolah ini, para orang tua lanjut usia akan dibekali dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran agar tetap bisa menjadi individu yang sehat, aktif, produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Edukasi Berbasis Tujuh Dimensi Lansia Tangguh
Di dalam kelas, para peserta didik usia lanjut akan mendapatkan berbagai materi edukasi kesehatan dan kemandirian. Di antaranya adalah pemahaman terkait pola makanan yang sehat, pencegahan penyakit degeneratif, hingga pelatihan kebugaran fisik dan keseimbangan tubuh.
Selain kesehatan fisik, sekolah ini juga dirancang untuk mendorong para lansia agar tetap mandiri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta menjaga kestabilan mental dan emosional di usia senja.
"Program lansia ini berpedoman pada Konsep Tujuh Dimensi Lansia Tangguh, yakni dimensi spiritual, fisik, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan," pungkas Sarles.










