TVRINews, Jakarta
Legenda wushu Indonesia Lindswell Kwok menegaskan bahwa prestasi atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan kondisi fisik, tetapi juga oleh kesiapan mental saat menghadapi tekanan pertandingan.
Pesan tersebut disampaikan kepada Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Asian Games 2026 Todotua Pasaribu dalam kunjungan ke pemusatan latihan nasional cabang olahraga wushu.
Lindswell yang pernah meraih medali perak Asian Games Incheon 2014 dan medali emas Asian Games 2018 mengatakan dukungan terhadap aspek psikologis atlet menjadi faktor penting untuk menunjang penampilan di arena pertandingan.
Menurutnya, pengalaman bertanding di ajang internasional menunjukkan bahwa pelayanan dan persiapan yang matang di luar arena mampu meningkatkan rasa percaya diri atlet.
"Ketika kita menjalani training camp di luar negeri, perlengkapan lengkap, baju disiapkan dengan baik, semuanya dipersiapkan dengan matang, suasananya berbeda sekali ketika masuk ke arena pertandingan. Mental atlet menjadi jauh lebih siap dibandingkan kalau hanya berlatih di kandang sendiri," ujar Lindswell kepada wartawan termasuk tvrinews.com di GBK Arena, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Peraih lima gelar juara dunia nomor Taijiquan dan Taijijian itu menilai kesiapan mental menjadi semakin penting bagi cabang olahraga individu seperti wushu, karena atlet harus mampu mengelola tekanan dan tampil maksimal tanpa bergantung pada rekan satu tim.
Selain kesiapan psikologis, Lindswell juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap berbagai kebutuhan nonteknis, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga dukungan operasional selama mengikuti multi-event.
"Yang paling penting sebenarnya adalah psikologis atlet. Kepercayaan diri mereka saat berada di arena sangat dipengaruhi oleh bagaimana persiapannya dibangun sejak jauh-jauh hari. Untuk cabang olahraga seperti wushu, atlet bertanding secara individu sehingga kesiapan mental menjadi sangat penting," ucap Lindswell.
Sementara itu, Chef de Mission Tim Indonesia Todotua Pasaribu mengatakan masukan dari atlet maupun mantan atlet menjadi bagian penting dalam menyusun pelayanan bagi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
"Kami ingin mendengar langsung dari mereka yang pernah berada di lapangan. Atlet dan mantan atlet adalah pihak yang paling memahami kebutuhan selama mengikuti multi-event. Masukan-masukan seperti inilah yang menjadi bekal kami untuk memastikan pelayanan kepada kontingen benar-benar menjawab kebutuhan atlet ketika berada di Asian Games nanti," tutur Todotua.
Ia menegaskan tugas CdM tidak hanya mengatur keberangkatan kontingen, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi agar mereka dapat fokus sepenuhnya pada pertandingan.
"Kami ingin atlet datang ke arena hanya memikirkan pertandingan. Setiap cabang olahraga memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu kami datang, berdiskusi, mendengar pengalaman mereka, lalu menyiapkan solusi yang paling sesuai. Semakin banyak kami mendengar dari atlet, mantan atlet, pelatih, dan ofisial, semakin baik pula pelayanan yang bisa kami siapkan untuk kontingen Indonesia," kata Todotua.










