TVRINews – Jakarta
Tiga bandara utama beroperasi normal, travel wajib jadwalkan ulang penerbangan tanpa pungutan biaya tambahan.
Operasional penerbangan internasional dan domestik di wilayah Jawa bagian barat kembali pulih setelah otoritas terkait memastikan seluruh fasilitas siap melayani penumpang secara penuh.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh jemaah umrah yang sempat mengalami penundaan keberangkatan akibat penutupan sementara bandara akan mendapatkan hak penjadwalan ulang penerbangan tanpa biaya tambahan. Kebijakan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak agen perjalanan wisata bersama maskapai penerbit tiket masing-masing.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil, menyampaikan bahwa pemerintah telah mengeluarkan instruksi resmi melalui Direktorat Jenderal Bina dan Pengendalian agar badan usaha perjalanan serta maskapai penerbangan segera memenuhi kewajiban mereka terhadap konsumen yang terdampak.
Pemerintah, melalui otoritas terkait, terus memantau pemenuhan hak-hak jemaah, termasuk mereka yang sempat ditampung di fasilitas akomodasi sementara maupun yang telah kembali ke daerah asal di pulau Jawa dan Sumatra.
"Kami memastikan bahwasanya pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah beserta maskapai penerbangan wajib memenuhi tanggung jawab hukum mereka, terutama terkait proses penjadwalan ulang perjalanan," ujar Dahnil dalam keterangan resminya.
Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola utama infrastruktur kebandarudaraan nasional mengumumkan bahwa Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung telah kembali membuka layanan penerbangan secara bertahap sejak Selasa 8 September 2026.
Kebijakan pembukaan kembali tersebut didasarkan pada Notice to Airmen yang diterbitkan oleh AirNav Indonesia dengan status pemulihan operasional penuh.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menjelaskan bahwa keputusan pembukaan fasilitas sisi darat dan sisi udara diambil setelah seluruh prosedur keselamatan penerbangan terpenuhi secara ketat.
Tim teknis telah menyelesaikan pembersihan menyeluruh dari sebaran abu vulkanik di area landas pacu, jalur penghubung, serta pelataran pesawat, diikuti dengan pengujian tingkat kekesatan permukaan guna memastikan standar keselamatan terpenuhi secara optimal.
Dengan normalisasi jalur penerbangan ini, arus keberangkatan belasan ribu jemaah umrah yang biasanya diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta diharapkan dapat segera terakomodasi kembali secara tertib dan terstruktur.










