TVRINews, Jakarta
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak 10 Februari hingga 4 November 2025 berhasil melampaui target. Hingga awal November, tercatat lebih dari 50,5 juta warga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyampaikan capaian tersebut saat meninjau pelaksanaan CKG komunitas di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3, Gandaria, Jakarta Selatan, Kamis, 6 November 2025.
“Alhamdulillah, target awal kami 50 juta peserta hingga Desember justru tercapai lebih cepat. Saat ini sudah lebih dari 51 juta masyarakat yang dilayani melalui program CKG,” ujar Dante dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta Selatan, Kamis, 6 November 2025.
Menurut Dante, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, hingga partisipasi masyarakat di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilanjutkan agar manfaatnya semakin luas.
“Kami berharap CKG terus berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pemeriksaan ini tidak hanya mendeteksi penyakit, tetapi langsung diikuti dengan pengobatan,”jelasnya.
Dante menjelaskan, hasil dari pemeriksaan CKG digunakan untuk dua pilar utama, yakni penanganan langsung penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit paru, serta penguatan promosi kesehatan berbasis hasil temuan di lapangan.
Dari hasil pemeriksaan, Kemenkes menemukan sejumlah tren kesehatan masyarakat, di antaranya:
* Hipertensi menjadi penyakit paling banyak ditemukan, terutama pada kelompok lansia (sekitar 37%), sebagian besar belum terdiagnosis sebelumnya.
* Obesitas ditemukan pada sekitar 30% peserta dewasa.
* Masalah gigi dan gizi mendominasi pada anak-anak prasekolah, termasuk 5,3% stunting dan 3,8% anak berisiko stunting.
* Aktivitas fisik rendah menjadi persoalan utama di kalangan pelajar dan pekerja dewasa.
Menurut Dante, deteksi dini melalui CKG dapat mencegah komplikasi penyakit kronis dan menghemat biaya pengobatan.
“Jika hipertensi, misalnya, bisa terdeteksi sejak awal, maka risiko stroke, gagal ginjal, atau penyakit jantung dapat dicegah,”ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan sistem digital nasional (resume IT) untuk memperkuat pencatatan data dan pemantauan hasil CKG di seluruh Indonesia. Sistem ini akan memperbesar kapasitas penyimpanan hingga miliaran rekam medis masyarakat.
Di akhir kunjungannya, Dante mengimbau masyarakat yang belum mengikuti program ini untuk segera memanfaatkannya.
“Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,5 hingga Rp3 juta per pemeriksaan. Ini adalah hadiah dari pemerintah agar masyarakat Indonesia hidup lebih sehat,”tuturnya.










