TVRINews, Tangerang Selatan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merevitalisasi 1.277 sekolah menengah kejuruan (SMK) di berbagai daerah melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan kelayakan fasilitas belajar dan praktik guna mendukung pengembangan keterampilan peserta didik sesuai bidang keahlian.
Dari total penerima bantuan, sebanyak 553 SMK berstatus negeri dan 724 lainnya merupakan sekolah swasta. Bantuan revitalisasi meliputi pembangunan baru, rehabilitasi, renovasi, pengadaan perabot, penataan lingkungan, hingga pengecatan bangunan sekolah.
Adapun fasilitas yang menjadi sasaran perbaikan mencakup ruang kelas, ruang praktik keterampilan, toilet aksesibel, serta berbagai sarana penunjang pembelajaran.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengingatkan sekolah agar mengelola bantuan revitalisasi secara bertanggung jawab dan sesuai ketentuan. Ia menegaskan, dana tersebut bersumber dari pajak masyarakat sehingga harus digunakan sebagaimana mestinya. Sekolah juga diminta tidak memenuhi permintaan pungutan dari pihak yang tidak memiliki kewenangan.
“Uang yang diterima oleh sekolah-sekolah itu adalah uang pajak rakyat yang didapatkan dengan susah payah oleh negara. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada kita semua untuk betul-betul menunaikan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Wamen Fajar dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 November 2026.
Fajar juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pembangunan sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian pekerjaan. Penggunaan material harus sesuai spesifikasi teknis agar bangunan memiliki daya tahan yang baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Menurutnya, perbaikan fasilitas sekolah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
“Perbaikan fasilitas sekolah, baik rehabilitasi maupun pembangunan fisik, sebenarnya salah satu muaranya adalah meningkatkan kualitas belajar di sekolah,” lanjutnya.
Ia menambahkan, ketersediaan ruang belajar yang layak dan fasilitas sanitasi yang memadai turut mendukung kenyamanan serta motivasi peserta didik. Karena itu, sekolah juga diminta melakukan pemeliharaan rutin terhadap bangunan dan sarana yang telah diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, Kemendikdasmen menyelenggarakan Bimtek Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 Tahun 2026 pada 3–6 November 2026. Kegiatan tersebut diikuti 519 SMK calon penerima bantuan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa bimtek tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada sekolah mengenai mekanisme bantuan dan tahapan pelaksanaannya.
Peserta yang terdiri atas kepala sekolah, ketua tim perencana, dan penanggung jawab teknis mendapatkan pembekalan terkait perencanaan, pekerjaan konstruksi, administrasi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.
“Keberhasilan penyaluran bantuan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan sekaligus mengelola sarana dan prasarana dengan tertib, cermat, dan akuntabel,” ungkap Tatang.
Tatang turut mengingatkan seluruh peserta agar menjalankan proses revitalisasi secara transparan dan tidak memenuhi permintaan biaya di luar ketentuan. Sebagai langkah pencegahan penyimpangan, jajaran direktorat di lingkungan Kemendikdasmen bersama dinas pendidikan provinsi juga telah menandatangani pakta integritas.
Manfaat program revitalisasi juga dirasakan sekolah di wilayah terpencil. Kepala SMK Al-Barokah di Cianjur Selatan, Jawa Barat, M. Apep Mubarok, menyampaikan bahwa sekolahnya masih membutuhkan tambahan ruang kelas dan ruang praktik untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Pada 2026, SMK Al-Barokah mendapatkan bantuan revitalisasi untuk merenovasi ruang kelas yang sudah tersedia.
“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapatkan bantuan revitalisasi untuk merenovasi ruang kelas yang ada. Mudah-mudahan setelah direnovasi, sekolah kami menjadi lebih nyaman dan memberikan semangat baru bagi peserta didik. Kami akan melaksanakan renovasi sebaik-baiknya sesuai ketentuan serta melibatkan unsur warga sekolah,” ujar Apep.
Melalui program revitalisasi tersebut, Kemendikdasmen berharap SMK dapat memiliki fasilitas pendidikan yang lebih layak dan sesuai kebutuhan pembelajaran vokasi. Pembangunan yang memenuhi standar teknis serta pengelolaan bantuan secara transparan diharapkan mendukung peningkatan kompetensi dan keterampilan peserta didik.










