TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyiapkan kajian internal untuk menelaah peluang penyelenggaraan Year of Creativity 2027 di Indonesia. Kajian ini akan mencakup kesiapan infrastruktur, peluang kemitraan strategis, serta keselarasan program dengan prioritas ekonomi nasional.
Langkah tersebut dilakukan setelah World Creativity Organization (WCO) mengundang Indonesia untuk mempertimbangkan peran sebagai tuan rumah Year of Creativity 2027.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya telah berdiskusi dengan delegasi WCO untuk membahas rencana penyelenggaraan dan peluang kolaborasi dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi WCO memaparkan gambaran umum program, format kegiatan, serta mekanisme seleksi negara penyelenggara. Indonesia juga menggali pengalaman Brasil yang menjadi tuan rumah Year of Creativity 2026 sebagai referensi untuk mempersiapkan kemungkinan penyelenggaraan pada 2027.
Riefky menyampaikan bahwa kreativitas memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi, membuka peluang usaha, serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat internasional.

"Kami sangat mengapresiasi langkah WCO yang mengundang Indonesia untuk mempertimbangkan peran sebagai tuan rumah Year of Creativity 2027. Kami memandang kreativitas bukan hanya sekadar ekspresi seni, melainkan instrumen strategis yang mendorong inovasi, menciptakan peluang usaha baru, memperkuat daya saing bangsa di kancah internasional, serta menggerakkan pembangunan ekonomi, inklusi sosial, keberlanjutan, dan kemajuan manusia," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Rabu, 28 Oktober 2026.
Menurutnya, peluang penyelenggaraan program tersebut perlu dikaji agar dapat memberikan manfaat nyata bagi industri kreatif nasional. Selain memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia kepada dunia, program ini diharapkan membuka kesempatan bagi talenta muda dan pelaku usaha kreatif untuk memperluas jejaring kerja sama serta menjangkau pasar global.
"Inisiatif ini berpeluang besar menjadi panggung utama untuk memperkenalkan ekosistem kreatif Indonesia ke tingkat dunia. Harapan kami, partisipasi ini tidak berhenti pada gelaran acara saja, tetapi memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan, memperluas jejaring kerja sama antarnegara, serta memperkokoh fondasi industri kreatif kita dalam jangka panjang," jelasnya.
Hasil kajian internal Kementerian Ekraf nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah sebelum mengambil keputusan resmi mengenai partisipasi Indonesia. Dengan demikian, rencana penyelenggaraan Year of Creativity 2027 masih berada dalam tahap penjajakan.
Sementara itu, Co-Founder & Vice President WCO Edna dos Santos-Duisenberg menyampaikan optimisme terhadap potensi ekonomi kreatif Indonesia dan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan menjelang 2027.
"Kami melihat Indonesia memiliki ekosistem kreatif yang sangat dinamis serta berdaya saing tinggi. Kami berharap diskusi awal ini dapat membuka jalan bagi kerja sama yang erat dan berkelanjutan untuk mengangkat potensi kreativitas Indonesia ke panggung internasional pada tahun 2027 mendatang," imbuh Edna.
WCO merupakan organisasi internasional yang berfokus pada promosi kreativitas sebagai pendorong transformasi ekonomi, inovasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Organisasi ini memulai gerakannya pada Desember 2025 dengan menetapkan Brasil sebagai tuan rumah Year of Creativity 2026.
Jika terealisasi, penyelenggaraan Year of Creativity 2027 di Indonesia diharapkan dapat memperluas pengakuan internasional terhadap talenta, produk, dan karya kreatif nasional, sekaligus membuka akses yang lebih luas ke jejaring kerja sama dan pasar global.










