TVRINews, Jakarta
Penguatan riset di perguruan tinggi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat hilirisasi sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu, 27 Juni 2026 hari ini.
Menurut Trenggono, Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang melimpah, namun pemanfaatannya masih belum optimal karena sebagian besar komoditas masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Kondisi tersebut membuat nilai tambah yang diterima di dalam negeri belum maksimal.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong hilirisasi komoditas unggulan nasional.
“Penelitian atau riset, penemuan hal baru, tidak bisa dilakukan oleh industri. Hanya bisa dilakukan oleh perguruan tinggi,” ujar Trenggono.
Pemerintah saat ini tengah menjalankan sejumlah program prioritas, mulai dari pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, pembangunan kawasan budidaya modern, hingga pengembangan komoditas seperti udang, rumput laut, dan ikan budidaya.
Menurut Trenggono, seluruh program tersebut membutuhkan dukungan riset terapan, teknologi pembenihan, inovasi pakan, hingga pengembangan produk hilir agar mampu meningkatkan daya saing sektor perikanan Indonesia.
Ia secara khusus menyoroti potensi rumput laut yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan melalui penelitian.
“Ini yang dibutuhkan penelitian lebih jauh lagi, dan menurut saya perguruan tinggi yang paling memungkinkan. Kementerian siap mendukung apabila perguruan tinggi menghasilkan penelitian yang lebih jauh tentang rumput laut,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu ruang kolaborasi strategis bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan riset yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Menurut Brian, dosen, peneliti, hingga mahasiswa dapat dilibatkan dalam mendukung berbagai program Kementerian Kelautan dan Perikanan, termasuk melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat pesisir.
Melalui kolaborasi tersebut, Kemdiktisaintek berharap hasil riset perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat diimplementasikan menjadi inovasi yang mendukung pembangunan kelautan berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional.










