TVRINews, Jakarta
Menjelang peringatan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2026 mendatang, aktivis pergerakan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
Aktivis pergerakan, Ammad, mengimbau masyarakat agar momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Menurutnya, menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama sehingga setiap pihak perlu mengedepankan sikap saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi.
“Pemerintah telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Karena itu, penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar suasana tetap damai dan kondusif,” ujar Ammad di Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Selain itu, Ahmad juga menuturkan jika penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dijamin undang-undang. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aturan serta menjaga ketertiban umum.
Ia menilai momentum dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat.
“Momentum ini seharusnya menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Jangan sampai ada tindakan yang justru merugikan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum,” katanya.
Di sisi lain, sejumlah hasil survei menunjukkan masih adanya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo menjelang dua tahun masa kepemimpinan. Survei Indonesia Network Election Survey (INES) yang dilakukan pada September 2026 mencatat 79,3 persen responden menyatakan puas terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Sementara 17,4 persen menyatakan kurang atau tidak puas dan 3,3 persen tidak memberikan jawaban.
Survei tersebut juga mencatat tingkat kepercayaan terhadap Presiden Prabowo mencapai 82,1 persen. Namun, hasil survei tetap mencatat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait ekonomi, lapangan kerja, dan harga kebutuhan pokok.
Menurut Ammad, adanya penilaian positif dari sebagian masyarakat terhadap kinerja pemerintah perlu diiringi dengan suasana yang aman dan kondusif agar masyarakat dapat terus menyampaikan aspirasi maupun kritik secara konstruktif.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai potensi provokasi yang dapat memicu kericuhan. Masyarakat diminta tidak mudah terpancing oleh informasi maupun tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
“Seluruh elemen masyarakat perlu tetap waspada terhadap potensi provokasi. Jangan mudah terpancing oleh pihak mana pun yang ingin mengganggu keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Ammad turut mengajak para koordinator lapangan maupun tokoh dari berbagai elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif serta mengingatkan anggota atau kelompoknya agar mengedepankan ketertiban.
“Setiap pihak memiliki peran penting dalam menjaga suasana tetap aman dan tertib. Jangan sampai ada provokasi yang membuat situasi menjadi tidak kondusif,” jelasnya.
Ia menambahkan, keamanan dan ketertiban yang terjaga akan membuat penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung dengan baik dan diterima secara lebih luas.
“Kalau semuanya bisa menjaga ketertiban dan keamanan bersama, substansi aspirasi yang disampaikan akan lebih mudah diterima oleh pemerintah maupun masyarakat luas,” pungkasnya.










