TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memperkuat pendanaan penelitian, dan pengembangan talenta melalui beasiswa serta kerja sama internasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan, penguatan pendanaan riset, menjadi salah satu perhatian dalam menghadapi kebutuhan penelitian di perguruan tinggi.
Kemdiktisaintek juga terus berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendorong peningkatan anggaran penelitian secara berkelanjutan hingga 2029.
“Penguatan riset dan pengembangan talenta perlu kita dorong bersama, agar investasi pendidikan dan penelitian dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi pengembangan kapasitas Indonesia,” ujar Brian dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Jumat, 18 September 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjajaki pengembangan kerja sama riset dan mobilitas pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri, seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Imperial College London.
Sementara Plt. Direktur Utama LPDP, Yon Arsal, mengatakan bahwa LPDP akan terus mendukung pengembangan program riset bersama Kemdiktisaintek, termasuk dengan memastikan setiap tahapan program memiliki ukuran capaian dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami siap mendukung Kemdiktisaintek, dan kami secara rutin sudah berdiskusi dengan direktorat terkait mengenai pembahasan ini,” kata Yon Arsal.
Pada saat yang sama, pengembangan talenta di bidang kedokteran juga dibahas melalui rencana beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
LPDP saat ini memberikan dukungan sekitar 600–750 penerima sebagai bagian dari target keseluruhan 1.000 beasiswa PPDS. Kemdiktisaintek mendorong agar pemenuhan target tersebut dapat melibatkan pemerintah daerah dan perguruan tinggi swasta melalui skema pendanaan bersama.
Selain memperluas sumber pendanaan, Kemdiktisaintek menekankan pentingnya memastikan penerima beasiswa PPDS memiliki komitmen penempatan setelah menyelesaikan pendidikan. Skema tersebut diarahkan untuk mendukung ketersediaan dokter spesialis di berbagai wilayah yang membutuhkan, termasuk melalui dukungan pemerintah daerah.
Melalui penguatan sinergi tersebut, Kemdiktisaintek dan LPDP terus mendorong agar pendanaan pendidikan, riset, dan pengembangan talenta dapat terhubung dengan kebutuhan pembangunan nasional. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dunia sekaligus diarahkan untuk memperkuat kapasitas institusi dan talenta Indonesia agar manfaatnya dapat kembali dirasakan di dalam negeri.










