TVRINews, Rote Ndao
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong penguatan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna memperluas layanan irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Saat meninjau salah satu lokasi penerima manfaat JIAT di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Sabtu (30/5/2026), Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, JIAT merupakan solusi penyediaan air bagi lahan pertanian tadah hujan yang kerap mengalami keterbatasan pasokan air, terutama saat musim kemarau.

“Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat,” ujar Dody dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 31 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Dody meminta agar pengembangan JIAT di Rote Ndao tidak hanya berfokus pada pembangunan sumur bor dan pompa air tanah, tetapi juga dilengkapi jaringan saluran tersier yang disesuaikan dengan kondisi lahan. Langkah itu dinilai penting agar distribusi air ke area pertanian dapat berlangsung lebih efektif.
Selain itu, Dody juga mendorong penggunaan energi yang lebih efisien dalam operasional sistem irigasi, termasuk pemanfaatan panel surya pada lokasi yang memungkinkan. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan biaya operasional pompa sekaligus meningkatkan keberlanjutan layanan irigasi di daerah terpencil.
JIAT di Desa Lekunik dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar. Infrastruktur tersebut memiliki kapasitas debit air sebesar 9 liter per detik dan saat ini melayani lahan pertanian seluas 10 hektare.
Keberadaan fasilitas ini dinilai strategis mengingat Kecamatan Lobalain memiliki luas lahan sawah sekitar 1.395 hektare. Pada musim tanam kedua, pasokan air dari sumber permukaan kerap berkurang sehingga air tanah menjadi alternatif penting untuk menjaga produktivitas pertanian.
Menteri Dody juga meminta pengembangan JIAT dilakukan secara terintegrasi dengan pemetaan kebutuhan air di kawasan pertanian potensial di Rote Ndao. Dengan perencanaan yang tepat, pembangunan sumur-sumur JIAT baru dapat dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Melalui pembangunan JIAT dan berbagai infrastruktur sumber daya air lainnya, Kementerian PU menegaskan komitmennya dalam meningkatkan layanan dasar, mendukung produktivitas pertanian, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah 3T. Program ini juga sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.










