TVRINews, Lampung
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap lebih dari 600 ekor kerbau milik warga di Kampung Penawar Baru, Kecamatan Gedung Aji. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit setelah lebih dari 60 ekor kerbau di wilayah tersebut dilaporkan terjangkit PMK.
Kerbau yang terpapar penyakit tersebut saat ini mendapatkan perawatan. Sementara itu, vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh ternak sekaligus menekan risiko penularan kepada hewan yang masih sehat.
Program vaksinasi akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Tulang Bawang, terutama daerah dengan populasi sapi dan kerbau yang tinggi.
Bupati Tulang Bawang, Qodrotul Ikhwan, mengatakan penanganan PMK dilakukan melalui pengobatan terhadap ternak yang terjangkit. Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan karena sebagian kerbau di wilayahnya dilepasliarkan untuk mencari tempat berkubang.

“Kita hari ini sedang melaksanakan kegiatan pengobatan, khususnya PMK, penyakit mulut dan kuku, terhadap hewan ternak kita, yaitu kerbau. Kerbau yang ada di Tulang Bawang ini ada waktunya dikandangkan, tetapi pada saat-saat seperti ini bersifat liar, mencari tempat untuk berkubang,” ujar Qodrotul.
Untuk mencegah penularan lebih luas, kerbau yang terjangkit PMK dipisahkan dari ternak sehat dan mendapatkan perawatan guna mendukung proses pemulihan.
Warga menyambut baik pelaksanaan vaksinasi tersebut. Mereka berharap upaya ini dapat menjaga kesehatan kerbau yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.
Di sisi lain, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulang Bawang terus berkoordinasi dengan instansi terkait, mulai dari tingkat provinsi hingga kementerian, untuk mendapatkan tambahan stok vaksin.
Melalui vaksinasi dan penanganan terhadap ternak yang terjangkit, pemerintah daerah berharap penyebaran PMK dapat ditekan sehingga populasi kerbau di Kabupaten Tulang Bawang tetap terlindungi.










