TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto terus mengajak agar generasi muda Indonesia dapat membuktikan semangat patriotisme melalui karya yang mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, kecintaan terhadap tanah air harus diwujudkan dengan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Brian mengatakan, generasi muda perlu memiliki karakter patriotik, gigih, dan berempati. Ketiga nilai tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan sekaligus mendorong Indonesia menjadi negara maju.
Ia menegaskan, kemajuan bangsa membutuhkan ambisi besar dan target yang terukur. Tidak ada negara yang mampu mencapai kemajuan apabila hanya melakukan upaya seadanya.
“Saya selalu bilang bahwa tidak ada bangsa-bangsa di dunia yang menjadi bangsa yang maju, dengan sekadarnya saja,” tegas Brian kutip Jumat, 30 Oktober 2026.
Untuk menggambarkan tantangan tersebut, Brian membandingkan pendapatan per kapita Indonesia yang masih berada di kisaran 5.000 dolar AS dengan angka sekitar 15.000 dolar AS sebagai ilustrasi tingkat pendapatan negara maju.
Menurutnya, Indonesia perlu meningkatkan pendapatan per kapita hingga tiga kali lipat untuk mencapai tingkat tersebut. Karena itu, semangat ambisius dan daya saing harus terus dibangun.
“Kalau kita sekarang masih 5 ribu, jadi langsung naik 3 kali lipat dari sekarang. Gampangnya begitu. Kalau kita naik 3 kali lipat, kalau kita lihat seluruh bangsa-bangsa itu berhasil keluar dari kondisi itu tidak lain, tidak bukan harus ambisius,” ungkapnya.
Brian juga mengingatkan generasi muda agar memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan internasional. Kemajuan negara lain seharusnya menjadi dorongan bagi Indonesia untuk menghasilkan inovasi dan karya yang tidak kalah bersaing.
Ia menilai, semangat nasionalisme ke depan perlu diwujudkan melalui pencapaian yang dapat membawa nama Indonesia di panggung dunia.
“Jadi nasionalis ke depan itu adalah patriotik ke depan. Itu adalah bagaimana kita bisa membawa karya-karya anak bangsa di tingkat dunia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Brian menekankan bahwa karakter patriotik, gigih, dan berempati harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi slogan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Ia optimistis, generasi muda yang mampu menerapkan ketiga karakter tersebut akan memiliki bekal untuk meraih keberhasilan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Saya yakin, apa pun yang terjadi, kalau kita punya tiga karakter ini, maka anak-anak muda akan mencapai titik berhasil,” tukasnya.










