
Foto: dok. Kemenbud
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Padang
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan penataan lingkungan Museum Adityawarman di Kota Padang, Sumatra Barat.
Museum dengan arsitektur khas rumah gadang Minangkabau ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga pusat dokumentasi sejarah penting bagi masyarakat di daerah tersebut.
Dalam peresmian tersebut, Fadli Zon menegaskan bahwa museum harus diposisikan sebagai bagian penting dari ekosistem kebudayaan yang hidup dan aktif di tengah masyarakat.
Penataan kawasan museum, termasuk pembangunan pagar yang kini telah terintegrasi dengan lingkungan museum, menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang nyaman sekaligus pusat kegiatan budaya dan edukasi.
“Ini bagian dari program untuk menjadikan museum sebagai ekosistem yang nyaman, pusat budaya dan edukasi, serta ruang penyelenggaraan berbagai kegiatan kebudayaan,” ujar Fadli Zon dalam keterangan pers yang diterima, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurutnya, Museum Adityawarman telah menjadi bagian dari ekosistem kebudayaan yang mendapatkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kebudayaan.
“Dukungan ini merupakan stimulus agar kegiatan kebudayaan di museum dapat terus hidup dan berkembang, sebagaimana dukungan yang juga diberikan kepada taman budaya,” tambahnya.
Fadli Zon menjelaskan, penataan kawasan museum juga sejalan dengan gerakan nasional Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan ruang publik yang aman, sehat, bersih, dan indah.
Ia menekankan bahwa museum tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai pusat pengetahuan, ruang pembelajaran, serta destinasi wisata budaya yang dinamis.
Oleh karena itu, standar pengelolaan museum perlu terus ditingkatkan secara profesional, mulai dari penguatan alur cerita pameran (storyline), tata pamer, pencahayaan, pemilihan material, tipografi, penggunaan bahasa, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman pengunjung.
Sementara itu, Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Feri Arlius dalam laporannya menyampaikan bahwa penataan kawasan museum merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dan komunitas budaya.
Museum Adityawarman sendiri menyimpan lebih dari 6.000 koleksi yang mencakup berbagai kategori, seperti etnografi, arkeologi, numismatik, filologi, hingga seni rupa tradisional.
Beragam koleksi tersebut menampilkan kekayaan budaya Minangkabau, mulai dari pakaian adat, alat musik tradisional, peralatan rumah tangga, hingga senjata tradisional yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Selain sebagai tempat penyimpanan koleksi, museum ini juga aktif menghadirkan berbagai kegiatan budaya, seperti pameran tematik, lokakarya seni tradisional, serta pertunjukan musik dan tari. Aktivasi tersebut diharapkan dapat menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Pada kesempatan yang sama, Fadli Zon juga menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Kota Padang. Bantuan berupa seperangkat alat salat diserahkan secara simbolis kepada perwakilan komunitas sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam proses pemulihan pascabencana.
Editor: Redaksi TVRINews
