TVRINews, Medan
Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Muhammad Syafii, mengajak umat Islam, khususnya di Sumatera Utara, menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum untuk melakukan introspeksi, perubahan ke arah yang lebih baik, serta pembaruan dalam kehidupan.
Pesan tersebut disampaikan Wamenag saat menghadiri kegiatan Gebyar Muharram 1448 H yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara di halaman kantor MUI Sumut, Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Wamenag menjelaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam memiliki tiga makna penting, yakni muhasabah, hijrah, dan tajdid.
"Muhasabah mengajarkan kita untuk mengevaluasi perjalanan yang telah kita lalui secara jujur dan objektif. Hijrah memberi semangat untuk bergerak menuju kondisi yang lebih baik, sedangkan tajdid mengajarkan kita untuk terus melakukan pembaruan dan perbaikan demi kemaslahatan umat,"kata Syafii dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Juni 2026.
Selain membahas makna Tahun Baru Islam, Wamenag juga menyinggung berbagai isu keumatan dan kebangsaan. Menurutnya, kehidupan umat Islam pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perkembangan yang positif.
Ia menegaskan bahwa stigma yang mengaitkan Islam dengan terorisme tidak boleh terus dipertahankan. Menurutnya, Islam merupakan agama yang membawa rahmat, perdamaian, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.
"Islam tidak dapat disamakan dengan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu,"jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wamenag juga mengapresiasi MUI Sumatera Utara atas terselenggaranya Gebyar Muharram 1448 H yang dinilai mendapat sambutan luas dari masyarakat.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut mencerminkan besarnya kepercayaan publik terhadap MUI yang harus terus dijaga.
Ia menilai MUI memiliki peran strategis sebagai mitra umat sekaligus pemerintah. Karena itu, MUI diharapkan terus menjalankan fungsi perlindungan terhadap umat, menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah, serta turut mendorong penguatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Ahmad Qosbi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap Gebyar Muharram dapat menjadi sarana syiar Islam yang memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Utara.
Ketua Panitia, Muhammad Jamil, mengatakan sekitar 2.000 peserta menghadiri acara tersebut. Menurutnya, kegiatan itu bertujuan membangkitkan semangat kebangkitan Islam di tengah masyarakat.
Gebyar Muharram 1448 H diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain peluncuran kalender Hijriah, lomba gerak jalan, lomba pidato, tabligh akbar, lomba marhaban, lomba cipta puisi, serta bazar UMKM.
Acara tersebut juga dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tokoh masyarakat, akademisi, dan berbagai elemen umat Islam di daerah tersebut.










