TVRINews, Jakarta
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji 2026, Saan Mustopa, meminta penyelenggara ibadah haji memperkuat kesiapan transportasi menjelang fase Armuzna guna menghindari keterlambatan bus yang kerap terjadi pada musim haji sebelumnya.
Permintaan tersebut disampaikan Saan saat meninjau kesiapan jemaah haji Indonesia di Maktab 51 Arafah, Makkah, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurut Wakil Ketua DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan itu, persoalan transportasi harus menjadi perhatian serius karena fase Armuzna merupakan tahapan paling padat dalam rangkaian ibadah haji.
“Kita berharap pengalaman sebelumnya bisa menjadi pelajaran agar pada puncak haji tahun ini keterlambatan transportasi tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Ia menilai kesiapan mitigasi sangat penting mengingat jutaan jemaah akan bergerak secara bersamaan di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.
“Maka kesiapan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan itu menjadi sangat penting,” kata politisi Partai NasDem tersebut.
Selain transportasi, Saan juga meminta penyelenggara memastikan seluruh kebutuhan dasar jemaah terpenuhi, mulai dari konsumsi hingga kenyamanan tenda selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Mulai dari konsumsi, transportasi, sampai fasilitas tenda harus dipastikan berjalan baik agar jemaah bisa beribadah dengan nyaman dan tenang,” tambahnya.
Dalam peninjauannya, Timwas Haji juga mengapresiasi sejumlah peningkatan layanan pada penyelenggaraan haji tahun ini, termasuk sistem administrasi kartu Nusuk dan fasilitas pemondokan yang dinilai lebih tertata dibanding musim haji sebelumnya.
“Secara umum pelayanan, termasuk Nusuk dan administrasi lainnya, relatif sudah berjalan baik,” ungkapnya.
Meski demikian, Timwas DPR menilai fase Armuzna tetap menjadi tantangan terbesar dalam penyelenggaraan ibadah haji karena tingginya mobilitas jemaah dalam waktu bersamaan.










