
Foto : Antara News
Penulis: Fityan
TVRINews – Jawa Tengah
Tanggul Sungai Jebol, Ribuan Warga Mengungsi Pemprov dan Tim Gabungan Fokus Evakuasi dan Penyaluran Logistik
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda Kabupaten Demak dan Grobogan. Ribuan warga terdampak telah dievakuasi, sementara bantuan logistik terus disalurkan ke wilayah terdampak oleh tim gabungan dari BPBD, SAR, relawan, serta dinas terkait.
“Situasi sudah mulai tertangani. Sebagian pengungsi sudah dilokalisasi dan bantuan logistik sudah dikerahkan ke lokasi,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kepada media.
Banjir di Demak disebabkan hujan deras berkepanjangan yang membuat Sungai Tuntang meluap. Tanggul di dua titik, tepatnya di Desa Karangrejo dan Desa Kembangan, Kecamatan Bonang, tak mampu menahan derasnya air dan akhirnya jebol.
“Perlu diketahui, Sungai Tuntang ini kewenangan pemerintah pusat melalui BBWS dan Kementerian PU,” jelas Luthfi.
Sementara itu, Kepala BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menegaskan bahwa penanganan darurat langsung dilakukan begitu laporan masuk. Fokus utama adalah menyelamatkan kelompok rentan dan memastikan seluruh warga berada di tempat pengungsian yang aman.
Berdasarkan data terakhir BPBD Jateng per Senin (19/5) pukul 18.00 WIB, sedikitnya 11.662 jiwa dari 2.903 KK terdampak banjir di Demak. Sebanyak 153 rumah tergenang, 18 fasilitas umum, 13 sekolah, 3 puskesmas, dan 270 hektare lahan pertanian turut terdampak.
Faktor penyebab banjir di Grobogan lebih kompleks, mulai dari curah hujan tinggi, sistem drainase buruk, hingga jebolnya tanggul Sungai Kliteh dan Sungai Renggong.
Pemprov Jateng mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Posko pengungsian telah disiapkan di berbagai titik, dan pemantauan terus dilakukan secara intensif.
“Kami terus lakukan antisipasi, agar jika terjadi banjir susulan, penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” pungkas Gubernur Luthfi.
Baca Juga: Apresiasi Demo Ojol, Modantara: Kebijakan Harus Berdasarkan Realitas Ekonomi
Editor: Redaktur TVRINews
