TVRINews, Banyuwangi
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 4 di Kecamatan Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Senin, 15 Juni 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek pendidikan yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu dapat segera beroperasi pada tahun ajaran baru.
Saat meninjau lokasi, Menteri PU melihat langsung perkembangan pembangunan yang saat ini telah mendekati tahap akhir. Pemerintah menargetkan penyelesaian pekerjaan dapat dilakukan pada akhir Juni 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai hampir 80 persen dan saat ini hanya menyisakan sejumlah pekerjaan penyempurnaan.

“Total luas kawasan sekitar 6,8 hektare. Kami berupaya agar seluruh pekerjaan dapat selesai pada akhir Juni karena sebagian besar pembangunan utama sudah rampung,” kata Dody, Senin, 15 Juni 2026.
Selain percepatan pembangunan, aspek keamanan kawasan juga menjadi perhatian pemerintah. Lokasi sekolah yang berada di dekat aliran sungai membuat sejumlah langkah mitigasi disiapkan guna mengantisipasi potensi banjir.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, perlindungan kawasan telah diperkuat dengan pemasangan bronjong dan akan dilengkapi dinding penahan air untuk meminimalkan dampak apabila terjadi luapan sungai.
“Kalaupun terjadi banjir besar, masih ada lapisan perlindungan tambahan sehingga bangunan sekolah dan rumah susun guru tetap aman,” ujarnya.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, Kementerian PU meminta penyedia jasa menambah jumlah tenaga kerja di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting agar progres pembangunan meningkat signifikan menjelang target operasional sekolah.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, jumlah pekerja yang saat ini berkisar 600 hingga 700 orang perlu ditingkatkan menjadi sekitar 900 hingga 1.000 orang agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Kami meminta penambahan tenaga kerja sehingga percepatan pembangunan bisa lebih terlihat dan terus dipantau oleh jajaran teknis Kementerian PU,” katanya.
Sekolah Rakyat Banyuwangi dibangun di atas kawasan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang, mulai dari gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, kantin, gedung serbaguna, hingga lapangan sepak bola berstandar penuh. Pembangunan sekolah tersebut menelan anggaran sebesar Rp219,59 miliar.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, seluruh Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah dirancang dengan standar fasilitas pendidikan modern agar anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh akses pendidikan yang setara.
“Mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga asrama, makan, seragam, sepatu, hingga laptop. Tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Secara nasional, Kementerian PU saat ini tengah menyelesaikan pembangunan 93 Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai berfungsi pada tahun ajaran baru Juli 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas di seluruh daerah.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah menargetkan keberadaan Sekolah Rakyat secara bertahap di berbagai kabupaten hingga mencapai sekitar 500 sekolah pada 2029.
“Kami berharap seluruh Sekolah Rakyat yang saat ini dibangun dapat beroperasi sesuai target dan menjadi tonggak pemerataan pendidikan berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” tandasnya.










