TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, menjalani kunjungan kenegaraan ke Indonesia dan disambut secara resmi oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin, 15 Juni 2026.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan iring-iringan pasukan berkuda yang mengawal kendaraan Presiden Steinmeier menuju Istana Merdeka. Sebanyak 120 personel pasukan berkuda dikerahkan dalam upacara penyambutan tersebut, didukung 17 personel pasukan motoris yang berada di barisan pengawal.

Setelah upacara penyambutan, kedua kepala negara dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata di ruang kerja Presiden Prabowo. Pertemuan tersebut menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraan Presiden Steinmeier ke Indonesia.
Selain pertemuan bilateral, kedua pemimpin juga akan mengikuti jamuan makan siang kenegaraan yang diselenggarakan di Istana Merdeka. Sejumlah isu strategis diperkirakan menjadi pembahasan, termasuk penguatan kerja sama di bidang ekonomi, investasi, energi, dan berbagai sektor lainnya.
Kunjungan ini merupakan pertemuan pertama antara Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier sejak Prabowo resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Meski demikian, Steinmeier bukan kali pertama berkunjung ke Indonesia.
Bagi Jerman, Indonesia dipandang sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara dan memiliki peran penting dalam berbagai isu global. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dinilai memiliki posisi yang signifikan dalam pengembangan hubungan bilateral kedua negara.
Rangkaian kunjungan Presiden Steinmeier tidak hanya berlangsung di Istana Merdeka. Selama berada di Jakarta, Presiden Jerman juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, termasuk meninjau terowongan silaturahmi yang menghubungkan kedua rumah ibadah tersebut sebagai simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Selain itu, Presiden Steinmeier juga akan bertemu dengan sejumlah akademisi, peneliti, dan kalangan intelektual Indonesia. Pertemuan tersebut akan membahas perkembangan geopolitik global, perubahan tatanan dunia, serta berbagai tantangan geostrategis yang tengah dihadapi masyarakat internasional.
Kunjungan kenegaraan ini diharapkan semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Jerman yang selama ini telah terjalin dalam berbagai bidang kerja sama strategis.








