Penulis: Husein Al-Katiri
TVRINews, Bangkalan
Warga Kecamatan Labeng Kabupaten Bangkalan Jawa Timur dihebohkan dengan penemuan ikan paus di kaki Jembatan Suramadu. Ikan besar berjenis hiu paus ini ditemukan para nelayan dalam kondisi sudah mati dan terdampar.
Kondisi ikan hiu paus dengan panjang sekitar lima meter dan bobot diperkirakan dua ton yang terdampar di bawah Jembatan Suramadu tersebut ditemukan warga dalam kondisi mati.
Karena bau bangkai yang sangat mengganggu pemukiman warga, para nelayan pun menyeret bangkai paus ketengah dan mengikatnya di kaki Jembatan Suramadu.
“Kemarin ada laporan dari masyarakat, nelayan yang pulang dari melaut melaporkan kepada kita ada ikan hiu tutul yang terdampar.”, ungkap Kanit Intelkam Polsek Labeng, Aipda Tofan.
Baca juga: Percepatan Layanan, Menpan RB Resmikan Mall Pelayanan Publik
Kanit Intelkam Polsek Labeng, Aipda Tofan membenarkan penemuan ikan hiu paus yang berjumlah tiga ekor di kaki Jembatan Suramadu, namun 2 ekor lainnya sudah terurai bersama arus air laut.
Kondisi ini menarik perhatian Fakuktas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Satu tim dari UNAIR terjun ke lokasi guna melakukan otopsi tubuh ikan raksasa tersebut.
“Penyebabnya bisa bermacam-macam dan ini sudah kesekian kali sepertinya di perairan Jawa Timur. Semakin banyak pemeriksaan yang kita lakukan kita akan tahu penyebabnya,” ungkap perwakilan dari FKH UNAIR.
Berdasarkan catatan FKH UNAIR, sedikitnya terdapat sepuluh kematian ikan hiu paus selama beberapa waktu terakhir di perairan Jawa Timur. Oleh karena itu penting bagi pihak UNAIR untuk mencari tahu penyebab kematian ikan-ikan berukuran besar tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
