TVRINews, Kudus
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan peluncuran International Class Program (ICP) di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam, Kudus, Jawa Tengah.
Program hasil kolaborasi dengan Cambridge University Press and Assessment tersebut dihadirkan untuk memperkuat kompetensi global peserta didik sejak jenjang sekolah dasar.
Mendikdasmen menilai kehadiran kelas internasional sejalan dengan upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan berkualitas yang mampu memenuhi standar internasional tanpa mengesampingkan aksesibilitas bagi masyarakat.
“Kami berharap dibukanya kelas internasional di sekolah ini dapat menjadi solusi dan inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk mencapai cita-cita mereka, serta menyiapkan diri sejak dini dengan berbagai kemampuan yang dibutuhkan, khususnya kemampuan berbahasa dan kompetensi global lainnya,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan program tersebut juga menjadi wujud partisipasi masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. Keterlibatan sekolah swasta dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh peserta didik.
“Program-program seperti ini yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan swasta sangat membantu program pemerintah. Sesuai visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, masyarakat dapat berpartisipasi dan berkontribusi melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Country Head Cambridge University Press and Assessment Indonesia, Sonya Tobing, mengatakan peluncuran program tersebut merupakan bagian dari komitmen Cambridge dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui kolaborasi dengan sekolah, guru, dan masyarakat.
Menurut Sonya, kemitraan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan identitas nasional dan nilai-nilai lokal.
Di sisi lain, Kepala SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus, Amrina Faatihatun Nisa, menyebut tantangan pendidikan masa depan tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi lintas budaya, literasi digital, kreativitas, serta penguatan karakter.
Ia menegaskan International Class Program dirancang untuk membekali peserta didik dengan wawasan global sekaligus memperkuat identitas kebangsaan sejak usia dini.
“Program ini kami hadirkan bukan sekadar agar peserta didik mampu berbahasa asing, tetapi juga agar mereka memiliki wawasan global tanpa kehilangan identitas dan kecintaan terhadap tanah air,” tutur Amrina.










