TVRINews, Sumatera Barat
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memberdayakan tujuh musisi lokal Sumatera melalui kegiatan Pemberdayaan Musisi Lokal Sumatera Bangkit di Padang Youth Center atau Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi kreatif dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (PRRP).
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, keberlanjutan aktivitas ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan masyarakat setelah bencana. Karena itu, pelaku kreatif perlu mendapatkan kesempatan untuk kembali produktif dan mengembangkan potensi ekonomi di daerahnya.
"Pemberdayaan Musisi Lokal Sumatera Bangkit bukan sekadar tentang musik, tetapi juga tentang bagaimana kreativitas dapat menjadi bagian dari proses pemulihan dan kebangkitan masyarakat. Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat musisi lokal sekaligus mendorong potensi ekonomi kreatif Sumatera untuk terus tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 16 Oktober 2026.

Sebanyak tujuh musisi lokal berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yakni Khayra Hudaci dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Elsa Mayora dari Kabupaten Pasaman Barat, Khairat KDI dari Kabupaten Solok Selatan, Rhenima dan Ajoe Buset dari Kabupaten Padang Pariaman, Grup Rabab Bintang Utara dari Kabupaten Pesisir Selatan, serta Ilham Pranizuki dari Kota Padang.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Cecep Rukendi mengatakan, pengembangan musisi daerah membutuhkan akses yang lebih luas terhadap pasar dan ekosistem industri musik. Dukungan tersebut diperlukan agar musisi lokal dapat memperkuat posisi karya mereka di industri sekaligus mengembangkan peluang usaha secara berkelanjutan.
"Musisi lokal merupakan bagian penting dari kekayaan kreativitas Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami mendorong musisi di daerah terdampak bencana untuk terus berkarya, memperluas akses pasar, dan semakin naik kelas," kata Cecep.
Selain memberikan ruang bagi musisi untuk tampil, Kementerian Ekraf menghadirkan Paviliun AKTIF: Konsultasi Industri Musik yang menyediakan lima stan layanan konsultasi bagi musisi dan pelaku industri musik lokal.
Paviliun tersebut melibatkan Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Lembaga Manajemen Kolektif Hak Terkait PAPPRI, Massive Music Entertainment, serta LOKA Musik.
Melalui layanan ini, para musisi mendapatkan akses informasi dan konsultasi mengenai perlindungan karya, pengelolaan hak terkait, penerbitan musik, hingga distribusi karya. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi industri musik sekaligus membantu pelaku kreatif mengembangkan karier secara profesional.
Direktur Musik Kementerian Ekraf, Mohammad Amin, menambahkan bahwa ruang tampil menjadi salah satu bentuk dukungan bagi musisi yang aktivitasnya terdampak bencana.
Menurutnya, kesempatan tampil di hadapan publik memungkinkan musisi memperkenalkan karya dan karakter musik daerah masing-masing, sekaligus membangun kembali kepercayaan diri dan jejaring profesional setelah menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Wahendra yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza yang mewakili Wali Kota Padang. Perwakilan Kantor Staf Presiden juga meninjau pelaksanaan kegiatan, khususnya Paviliun AKTIF.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri, Kementerian Ekraf berharap pemberdayaan musisi lokal dapat memperkuat ekosistem musik daerah serta mendorong keberlanjutan ekonomi kreatif selama proses pemulihan pascabencana.










