TVRINews, Manggarai
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memulai pembangunan Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 31 Agustus 2026.
Peletakan batu pertama pembangunan PLHUT tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenhaj meningkatkan akses dan kualitas pelayanan bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji dan umrah.
Gedung PLHUT nantinya dirancang sebagai pusat layanan terpadu atau one-stop service. Masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan haji dan umrah, mulai dari proses administrasi hingga bimbingan manasik dalam satu fasilitas.
Selain pembangunan infrastruktur layanan publik, Kemenhaj juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah NTT.
Rombongan Kemenhaj meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak, termasuk fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan.
Di beberapa titik, warga juga telah mendirikan fasilitas masjid darurat untuk memenuhi kebutuhan ibadah masyarakat.
Bantuan yang disalurkan berupa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, telur, dan minyak goreng, serta pakaian, perlengkapan sanitasi, dan santunan dana tunai.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT Hasan Manuk, tokoh agama, perwakilan pesantren, serta masyarakat terdampak gempa.
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan pembangunan PLHUT di Manggarai menjadi langkah pemerintah untuk mendekatkan pelayanan haji dan umrah kepada masyarakat.
"Namun, kehadiran kami di sini hari ini bukan sekadar untuk membangun fisik gedung semata, melainkan juga wujud nyata kehadiran negara dan kepedulian mendalam Kemenhaj terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah gempa di NTT. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan semangat kepada para korban,"kata Teguh dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa, 1 September 2026.
Kemenhaj menyatakan akan memantau proses pembangunan PLHUT agar penyelesaiannya sesuai target. Kementerian juga melanjutkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pemulihan masyarakat di wilayah NTT yang terdampak gempa.








