Penulis: Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut pesantren dan gerakan Pramuka memiliki tujuan yang sejalan dalam membentuk generasi bangsa yang berkarakter kuat. Keduanya sama-sama menanamkan nilai kemandirian, akhlak, pembentukan karakter, serta kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat.
Menurut Nasaruddin, nilai-nilai yang diajarkan dalam kepramukaan memiliki banyak titik temu dengan pendidikan yang diterapkan di pesantren. Pramuka, kata Menag, tidak hanya mengajarkan keterampilan kepanduan, tetapi juga membentuk pribadi yang mandiri dan berkarakter.
“Pramuka mengajarkan kemandirian, di pesantren juga ada kemandirian. Pramuka mengajarkan karakter, di pesantren juga ada pendidikan karakter yang sangat luar biasa,” ujar Nasaruddin, dikutip dari siaran persnya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Pesantren juga mengajarkan akhlak, kehidupan bermasyarakat, dan kemampuan bersosialisasi. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan misi kepramukaan dalam membentuk generasi yang memiliki karakter dan kepedulian sosial.
“Dengan demikian, sinergi antara pesantren dengan kepramukaan ini akan melahirkan insan kamil Indonesia,” kata Nasaruddin.
Ia berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan PPSN, tetapi terus dikembangkan di berbagai pesantren di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi pesantren dan Pramuka dapat menjadi salah satu kekuatan dalam menyiapkan generasi yang memiliki fondasi intelektual sekaligus spiritual.
“Saya berharap ke depan kolaborasi antara pesantren dengan kepramukaan ini akan melahirkan karakter-karakter bangsa yang bisa menjadi ahli waris intelektual spiritual bangsanya sendiri,” ucapnya.
Nasaruddin menekankan bahwa generasi yang memiliki karakter kuat dan fondasi intelektual serta spiritual dibutuhkan agar Indonesia mampu memainkan peran lebih besar dalam pergaulan internasional.
“Sehingga Indonesia nanti bisa bersaing, tidak hanya di level nasional namun juga bersaing di kancah hubungan internasional,” pungkasnya.










