TVRINews - Jakarta
Menyongsong 30 hari menjelang peluit pertama FIFA World Cup 2026, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI selaku pemegang hak siar resmi, secara resmi membuka pendaftaran bagi awak media massa yang akan meliput perhelatan sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI, Ezki Suyanto, menjelaskan bahwa mulai hari ini seluruh perusahaan media massa diharapkan segera mendaftarkan personelnya melalui tautan resmi https://s.id/regmedcen untuk melewati proses verifikasi administratif.
Dalam fase pendaftaran ini, setiap media diberikan kuota maksimal tiga personel yang mencakup reporter, produser, dan editor untuk mendapatkan akses terhadap fasilitas dan materi siaran. Proses ini sangat penting untuk memastikan setiap awak media yang bertugas memiliki komitmen tertulis terhadap aturan penyiaran yang berlaku secara internasional.
“Tepat 30 hari sebelum hari bersejarah ini tiba, kami mengundang rekan-rekan media untuk segera melakukan registrasi melalui tautan yang sudah disediakan. Kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi jurnalis agar gempita Piala Dunia 2026 sampai ke masyarakat dengan kualitas informasi yang tinggi. Seluruh akses, baik fisik di Media Center maupun akses digital untuk cuplikan pertandingan, hanya akan diberikan kepada media yang telah terverifikasi secara resmi,” ujar Ezki Suyanto.
Ezki menambahkan bahwa jurnalis yang terdaftar nantinya akan mendapatkan akses khusus di Media Center LPP TVRI untuk memperoleh cuplikan pertandingan atau footage dengan durasi maksimal 90 detik per pertandingan. Materi video tersebut disediakan murni untuk kepentingan pemberitaan atau program buletin berita dan dibatasi untuk dua kali penayangan saja tanpa unsur komersial.
Ia menegaskan bahwa seluruh materi akan diberikan langsung kepada wartawan di Media Center guna menjamin keaslian dan kualitas gambar, serta menghindari praktik perekaman langsung dari layar televisi yang sangat dilarang.
Selain itu, lanjut Ezki, setiap selesai pertandingan, komentator yang bertugas akan mendatangi Media Center untuk memberikan sesi doorstop kepada wartawan. Komentator yang bertugas di TVRI, tidak hanya ada dari pundit ternama, tetapi juga ada wartawan olahraga senior hingga mantan pesepakbola profesional. Sehingga dalam tiap hari, selalu akan ada narasumber yang standby di Media Center.
Guna mendukung produktivitas awak media di sisa satu bulan menjelang turnamen, TVRI juga telah menyiagakan infrastruktur Media Center di Senayan yang dilengkapi dengan stasiun kerja berkecepatan internet tinggi, ruang pemantau untuk 104 pertandingan, hingga fasilitas istirahat bagi jurnalis yang bertugas pada pertandingan jam malam. Ezki menekankan bahwa fasilitas ini dirancang sebagai rumah bagi kolaborasi kreatif antarjurnalis dari berbagai daerah.
Bagi awak media yang berada di luar Jakarta, TVRI memastikan distribusi akses tetap merata melalui stasiun daerah di seluruh Indonesia dengan sistem koordinasi melalui petugas khusus atau Person In Charge (PIC) di tiap stasiun daerah. “Kami ingin memastikan tidak ada hambatan geografis bagi media lokal untuk mendapatkan materi siaran yang legal,” tutup Ezki.










