TVRINews, Semarang
Program Studi D-IV MICE PSDKU Demak Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sukses menyelenggarakan Konferensi The 3rd NUSAMICE 2026 di Grasia Convention Hall, Semarang, Rabu (7/5). Konferensi ini mengangkat tema Responsible Consumption and Production in the MICE Industry for Achieving Sustainable Development Goals 2030.
Kegiatan tersebut didukung Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Wonderful Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, serta Bank Sampah Waras. Acara dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Dinas Pendidikan Kota Semarang, akademisi, pelaku industri, mahasiswa, dan masyarakat.
Konferensi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat posisi Semarang sebagai destinasi unggulan MICE di Indonesia sekaligus mendorong penerapan industri yang berkelanjutan.
Dalam penyelenggaraannya, The 3rd NUSAMICE 2026 mengusung konsep ramah lingkungan melalui kampanye digital #NusaTanpaSampah bersama maskot Rere dan program *From Home to Green Zone*. Program tersebut mengajak delegasi membawa dan memilah sampah untuk dikelola bersama Bank Sampah Waras menjadi bahan yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali.
Panitia juga menerapkan konsep tanpa plastik dan paperless selama acara berlangsung guna mendukung penyelenggaraan event minim limbah.
Acara dibuka dengan penampilan Tari Semarang Hebat yang dipersembahkan Nur Lintang Devyna Putri, mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta PSDKU Demak. Tarian tersebut menampilkan kekayaan budaya lokal sebagai bentuk penyambutan peserta konferensi.
Keynote speech disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan industri MICE yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Konferensi dilanjutkan dengan plenary session pertama yang membahas pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan melalui topik Challenges in the Sustainable Management and Use of Natural Resources in the MICE Industry in Semarang.
Materi tersebut disampaikan Kepala Program Studi Pariwisata Universitas Semarang, Almas Nabili Imanina, dan dipandu moderator Mella Narolita, akademisi Politeknik Negeri Jakarta.
Pembahasan berfokus pada target 12.2 SDGs, meliputi pengurangan limbah, optimalisasi penggunaan kembali material, serta strategi efisiensi sumber daya dalam penyelenggaraan event.
Pada plenary session kedua, Creative Director PT Diwangsa Nyala Kreatif, Bayu Vinda Fourensia, membawakan materi 3R Implementation Strategies in MICE Event Management. Sesi tersebut membahas penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam menekan dampak lingkungan industri MICE melalui pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali material.
Sebagai rangkaian pendukung, konferensi ini juga menghadirkan Eco Exhibition yang melibatkan sejumlah UMKM berkonsep berkelanjutan, seperti Koelon Kalie, Ego Eko Shop, dan Craftonesia.
Koelon Kalie dan Craftonesia menampilkan produk kerajinan tangan hasil pengolahan bahan daur ulang yang memiliki nilai guna dan estetika. Sementara Ego Eko Shop menghadirkan berbagai produk berbahan alam ramah lingkungan untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan The 3rd NUSAMICE 2026, Semarang dinilai semakin siap mengembangkan ekosistem MICE yang berdaya saing sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata lokal secara berkelanjutan.










