TVRINews – Jakarta
Pertemuan bilateral RI-Belarusia diwarnai aksi jenaka saat penandatanganan buku tamu kenegaraan.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarusia, Aleksandr Lukashenko, di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis 2 Juli 2-26.
Pertemuan yang bertujuan mempererat hubungan diplomatik kedua negara ini berlangsung dalam suasana formal yang cair, bahkan diselingi momen ringan yang menarik perhatian.
Di sela agenda resmi penyambutan delegasi, sebuah peristiwa spontan terjadi saat sesi penandatanganan buku tamu di ruang utama istana. Menggunakan pulpen bertinta emas yang telah disiapkan oleh protokoler, Presiden Lukashenko membubuhkan tanda tangannya sebagai tanda kehormatan kunjungan.
Namun, Presiden Lukashenko secara tak terduga memberikan pulpen tersebut kepada Presiden Prabowo. Aksi di luar skenario ini sempat membuat Prabowo terdiam sejenak dengan ekspresi heran, sebelum akhirnya ia menangkap maksud dari gestur tersebut.
Merespons tindakan rekan sejawatnya, Presiden Prabowo melempar senyum lebar. Ia kemudian menerima pulpen tersebut dan menyimpannya ke dalam saku jasnya, yang kemudian disambut dengan jabat tangan hangat oleh kedua pemimpin negara.
Seorang staf protokol istana yang berada di lokasi menyebutkan bahwa momen tersebut menunjukkan kedekatan personal yang mulai terbangun di antara kedua kepala negara. "Itu adalah gestur spontan yang mencairkan suasana di tengah padatnya agenda diplomasi hari ini," ujar sumber tersebut.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko diproyeksikan akan membahas penguatan kerja sama ekonomi, pertahanan, serta sektor pertanian antara Indonesia dan Belarusia.
Lawatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Jakarta dalam memperluas kemitraan dengan negara-negara di Eropa Timur.
Meski kunjungan kenegaraan ini menyentuh isu-isu geopolitik yang kompleks, insiden kecil tersebut justru menjadi catatan unik dalam catatan diplomatik hari ini, yang memperlihatkan sisi humanis dalam hubungan antarnegara di tingkat pimpinan tertinggi.
Hingga berita ini diturunkan, rangkaian pembicaraan bilateral masih berlangsung tertutup di ruang pertemuan utama Istana Kepresidenan.









