TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus, Alexander Lukashenko, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade.
Presiden Lukashenko tiba di Kompleks Istana Kepresidenan dengan pengawalan pasukan berkuda dan pasukan motoris. Sebanyak 80 pasukan berkuda mengiringi kendaraan Presiden Belarus, didukung 17 personel motoris dalam prosesi penyambutan kenegaraan. Tak hanya itu banyak siswa siswi Sekolah Dasar Jakarta Pusat juga menyambut.
Setibanya di Istana Merdeka, Presiden Prabowo menyambut langsung Presiden Lukashenko dalam upacara penyambutan kenegaraan. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama, penandatanganan buku tamu kenegaraan, serta pertemuan empat mata antara kedua kepala negara.
Setelah itu, kedua pemimpin memimpin pertemuan bilateral yang dihadiri delegasi dari masing-masing negara. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Belarus membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Rangkaian kunjungan juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua negara, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pernyataan pers bersama oleh Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko.
Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua Presiden Lukashenko ke Indonesia setelah sebelumnya berkunjung pada 2013. Kehadiran Presiden Belarus juga menjadi kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Belarus pada Juli 2025, ketika bertemu Presiden Lukashenko di kediamannya.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Belarus sendiri telah terjalin sejak 18 Juni 1993. Selama 33 tahun terakhir, kedua negara terus mengembangkan kerja sama di berbagai sektor, termasuk ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, dan bidang strategis lainnya.
Kunjungan kenegaraan ini diharapkan semakin mempererat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Belarus di masa mendatang.









