TVRINews, Lampung
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong hasil riset dan inovasi Universitas Bandar Lampung (UBL) terhubung dengan industri agar dapat dikembangkan hingga tahap implementasi dan komersialisasi. Dorongan tersebut disampaikan saat Mendiktisaintek meninjau berbagai hasil riset dan produk inovasi UBL dalam rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Lampung, Selasa, 6 Okotber 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Brian melihat langsung beragam produk inovasi yang dikembangkan sivitas akademika UBL. Produk yang ditampilkan antara lain robot ATM, virtual assistant for safety, automatic guided vehicle, nanosatelit, mesin pemotong baja otomatis, kursi transfer elektrik linear, smart shaker, mesin pengemas otomatis obat radiofarmaka, drone pertanian, smart laundry berbasis Internet of Things (IoT), smart greenhouse, early warning system mitigasi konflik gajah dan masyarakat, green innovation artificial intelligence (AI) circular economy, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Peninjauan tersebut dirangkaikan dengan pembukaan secara simbolis UBL Talent, Innovation, and Impact Expo 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi UBL untuk memperkenalkan berbagai hasil riset dan inovasi yang dikembangkan sivitas akademika.
Menteri Brian menilai pengembangan inovasi di UBL sejalan dengan arah pembangunan nasional, terutama dalam mendorong pertumbuhan industri berbasis sains dan teknologi.
“Saya perhatikan apa yang sudah dilakukan oleh Bapak/Ibu, sivitas akademika ini sudah sangat sesuai dengan arah perkembangan apa yang diinginkan oleh bangsa kita, apa yang senantiasa diarahkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tinggal nanti kita hubungkan, link and match dengan industri,” ujar Menteri Brian.
Menurut Menteri Brian, keterhubungan perguruan tinggi dengan industri diperlukan agar karya yang telah dikembangkan dapat memasuki tahap implementasi dan komersialisasi.
“Kami tentu sangat senang juga Pak, nanti bisa membawa karya-karya ini untuk diimplementasikan ya, dicarikan partner industri yang siap untuk melakukan komersialisasi,” tutur Menteri Brian.
Sejumlah produk yang ditinjau juga didorong untuk dikembangkan melalui pembuatan prototipe dan pencarian mitra industri. Pengembangan tersebut dapat diperkuat melalui koordinasi dengan kementerian terkait sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap inovasi.
Keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri dinilai dapat membuka peluang lahirnya industri baru berbasis sains dan teknologi. Upaya ini juga memperluas pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi agar tidak berhenti pada tahap pengembangan.
“Bangsa kita saat ini sedang menuju industrialisasi, menuju munculnya industri-industri baru berbasis sains dan teknologi. Tentu industri ini harus tumbuh dari lingkungan kampus,” ujar Menteri Brian.
Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek juga mengapresiasi sivitas akademika UBL, para guru, dan siswa SMK yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menteri Brian mendorong para siswa memanfaatkan kesempatan untuk belajar, bertanya, dan mengenal berbagai teknologi yang dikembangkan UBL. Ia juga mengajak para siswa melanjutkan pendidikan serta mengembangkan potensi melalui karya dan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi Lampung dan Indonesia.
Mendiktisaintek kemudian menyampaikan selamat mengikuti UBL Talent, Innovation, and Impact Expo 2026.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi memperkuat riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta pembangunan nasional.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait perlu terus diperkuat agar hasil riset dan inovasi dapat dikembangkan, diimplementasikan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan Indonesia.










