TVRINews, Intan Jaya
Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengajak seluruh masyarakat Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, untuk bersatu menjaga perdamaian dan menghentikan konflik. Imbauan tersebut disampaikan saat meninjau langsung wilayah yang terisolasi selama 15 tahun akibat kendala aksesibilitas dan gangguan keamanan.
Dalam kunjungan kerja bersama Bupati Intan Jaya Aner Maisini tersebut, Pangkoops TNI Habema berdialog langsung dengan para tokoh adat, tokoh agama, serta warga setempat guna mendengar aspirasi dan memulihkan roda kehidupan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya stabilitas keamanan sebagai fondasi utama masuknya pelayanan pemerintah dan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman.
“Agar seluruh pihak yang masih berada di gunung, dan hutan agar dapat kembali bersama untuk membangun kampung halaman,” ujar Brigjen TNI Riyanto dalam keterangannya dikutip, Sabtu 19 September 2026.
Dalam dialog terbuka tersebut, para tetua adat, tokoh agama, pemuda, hingga tokoh perempuan menyampaikan berbagai harapan terkait masa depan pembangunan di wilayah Ugimba.
Bupati Intan Jaya Aner Maisini menekankan bahwa proses pembangunan daerah hanya dapat terwujud jika stabilitas keamanan dan rasa saling percaya telah terbangun di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga kepedulian terhadap kehidupan masyarakat, pendidikan anak-anak, serta terbukanya akses kebutuhan dasar.
Salah seorang warga setempat, Tius, mengungkapkan bahwa Distrik Ugimba sebelumnya tidak tersentuh pelayanan pemerintah dan sempat menjadi basis kelompok Sabinus Waker. Melalui warga, pesan Sabinus Waker turut disampaikan kepada rombongan yang hadir.
“Bahwa kami membutuhkan perhatian pemerintah dengan bantuan beras, sembako, bantuan desa, karena kita membutuhkan pembangunan, dan kita juga bagian dari pemerintahan, serta yang terakhir kami mengucap syukur bapak bupati dan TNI dapat hadir di sini,” kata warga mengutip pesan tersebut.
Sebagai simbol kembalinya pelayanan publik, masyarakat bersama prajurit TNI bergotong royong membangun infrastruktur dasar, salah satunya Jembatan Merah Putih. Fasilitas ini berfungsi menghubungkan akses antarwilayah guna menunjang mobilitas pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi warga.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan penyerahan bantuan sembako serta kebutuhan pokok kepada warga Distrik Ugimba sebagai langkah awal memperkuat pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.










