TVRINews, Jayapura
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung pelaksanaan program Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi di Kota Jayapura, Papua. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan berasrama yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dalam peninjauan tersebut, Menko AHY menyapa para siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA serta mendengarkan langsung pengalaman mereka selama mengenyam pendidikan di fasilitas terpadu tersebut.

“Pendidikan itu sangat mendasar. Ketika keluarga kurang mampu tidak memiliki kapasitas untuk menyekolahkan putra-putrinya, maka negara harus hadir, pemerintah hadir. Karena setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ujar Menko AHY dalam keterangannya dikutip, Sabtu 19 September 2026.
Ia menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah untuk menjamin akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan mengusung semangat “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara”.
Menko AHY menilai pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi krusial bagi Papua yang kaya akan sumber daya alam, agar potensi daerah dapat dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat lokal.

“Ketika kita ingin memajukan negeri, memajukan Papua, maka yang pertama dan utama harus dibangun adalah sumber daya manusianya,” katanya.
Saat mendengarkan kisah para siswa, Menko AHY mengaku terharu karena program berasrama tersebut terbukti mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menyediakan lingkungan belajar yang layak.
“Tadi mendengarkan testimoni anak-anak kita sungguh mengharukan. Semua mengatakan sekolah rakyat telah membantu mereka meringankan beban orang tuanya, beban keluarganya,” ujar Menko AHY.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Papua dirancang dengan konsep pendidikan berasrama yang menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan. Fasilitas yang disediakan meliputi gedung sekolah, asrama putra-putri, ruang makan, sarana olahraga, rumah ibadah, hingga gedung serbaguna.
Sistem terpadu ini memungkinkan siswa dari area terpencil untuk menuntaskan pendidikan secara berkelanjutan tanpa perlu berpindah lokasi sekolah. Selain itu, pemerintah juga memberi perhatian pada hunian tenaga pendidik guna menunjang kelancaran proses belajar mengajar.
“Tidak ada yang lebih mulia dari itu dan mudah-mudahan kita semua bisa mendukung generasi penerus kita,” ujar Menko AHY.










