TVRINews, Bekasi
Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan penuh terhadap penanganan kesehatan Heru Baskoro (84), anak pahlawan nasional pengetik naskah Proklamasi RI Sayuti Melik, yang kini tengah dirawat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menjenguk langsung kondisi Heru yang dijadwalkan merujuk pemeriksaan mata ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat penurunan penglihatan pada mata kanannya.
Saat berbincang di STPL Bekasi, Agus Jabo memberikan semangat dan motivasi kepada Heru sebelum diberangkatkan ke rumah sakit.
"Semoga cepat sehat, Pak Heru, ya. Pokoknya kita perhatikan terus," kata Agus Jabo saat berbincang dengan Heru dalam keterangannya, Kamis 27 Agustus 2026.
"Siap. Terima kasih," ucap Heru sebelum berangkat menuju RSCM menggunakan ambulans.
Dalam penanganan medis ini, Kemensos bersinergi dengan Kementerian Kesehatan guna memastikan proses pengobatan serta rehabilitasi berjalan secara optimal dan terintegrasi.
"Sedang kita urus untuk proses kesehatannya dan kebutuhan-kebutuhan yang lain," tegas Agus Jabo.
"Semoga semuanya lancar. Yang urusan dengan Kanada lancar, urusan kesehatannya Pak Heru lancar. Mudah-mudahan cepat sehat dan proses yang ada di Kanada bisa lancar dan ada kejelasan," sambungnya.
Selain urusan kesehatan, pemerintah juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk membantu penyelesaian pemenuhan hak dana pensiun Heru yang sebelumnya pernah bekerja di Kanada.
"Jadi kita sudah koordinasi sama Kemenlu, ya sedang diproses yang urusan dengan Kanada. Terus nanti urusan kesehatannya Pak Heru, kita berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan ya. Ya, pokoknya kita pantau terus perkembangannya Pak Heru ya," jelas Agus Jabo.
"Terima kasih," jawab Heru.
Heru bersama istrinya, Treyzia Noviani, sebelumnya dievakuasi oleh Kemensos dari rumah kontrakannya di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, sejak Senin, 13 Juli lalu ke STPL Bekasi. Langkah ini diambil guna memberikan bantuan residensial, rehabilitasi medis, serta pendampingan psikososial.
Heru dan istri diketahui sempat menetap di Kanada periode 2003 hingga 2024 dan bekerja sebagai analis senior. Namun, setelah kembali ke Indonesia pada 2024, Heru mengalami kendala kesehatan mata serta terhentinya pencairan dana pensiun yang berdampak langsung pada kondisi finansial keluarga.










