TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 8.193 gempa susulan terjadi setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,0.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 146 gempa dapat dirasakan oleh masyarakat.
"Jumlah gempa bumi yang terjadi setelah gempa yang pertama 7,7 Magnitudo, kami sudah mendapatkan informasi dari BMKG sebanyak 8.193 gempa susulan, dengan Magnitudo yang terbesar adalah 6,2 dan yang terkecil 1,0. Dan gempa yang dapat dirasakan sebanyak 146 kali," kata Berton, Kamis, 27 Agustus 2026.
Berdasarkan keterangan BMKG, gempa bumi utama bermagnitudo 7,7 tergolong besar sehingga gempa susulan masih berpotensi terjadi hingga minggu ketiga dan keempat setelah gempa utama.
Sementara, BNPB mencatat korban meninggal dunia bertambah enam orang. Dengan tambahan tersebut, total korban meninggal dunia mencapai 111 orang.
Berton mengatakan enam korban tambahan tersebut merupakan korban meninggal tidak langsung. BNPB turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan masyarakat yang terdampak.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal dunia terdiri atas 56,4 persen perempuan dan 43,6 persen laki-laki.
Berdasarkan kelompok usia, lansia menjadi kelompok terbanyak dengan 45 persen. Selanjutnya dewasa 37 persen, anak-anak dan remaja 12 persen, sedangkan sisanya merupakan bayi dan batita.
Di sisi lain, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 176.621 orang. Angka tersebut berkurang 2.416 orang, dengan penurunan signifikan berasal dari Kabupaten Sikka.
BNPB mengimbau warga yang rumahnya masih dalam kondisi kuat dan utuh setelah gempa utama maupun gempa susulan untuk dapat kembali ke rumah masing-masing.
"Kami tetap mengimbau bahwa bagi warga atau kepala keluarga yang memiliki rumah masih kuat dan utuh ketika terjadi gempa 7,7 dan selanjutnya gempa-gempa susulan, dapat meninggalkan titik posko dan memasuki rumah masing-masing," ujar Berton.
BNPB bersama pemerintah daerah akan tetap memfasilitasi kebutuhan warga yang meninggalkan posko pengungsian secara sukarela, termasuk makanan dan kebutuhan dasar lainnya.










