TVRINews, Pasuruan
Menteri Pekerjaan Umum (Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia) Dody Hanggodo meninjau langsung pembangunan Jembatan Bokwedi di Kota Pasuruan, Minggu, 17 Mei 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan penggantian jembatan nasional tersebut agar dapat difungsionalkan sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Dalam kunjungannya, Menteri Dody menegaskan pembangunan jembatan dilakukan dengan menaikkan elevasi struktur guna mengantisipasi luapan sungai saat debit air meningkat akibat hujan deras di wilayah hulu.
“Jembatan ini harus kita tinggikan karena kondisi sungai di hulu mulai menyempit dan mendangkal. Saat hujan deras, material seperti kayu ikut terbawa arus dan berpotensi menahan aliran air. Karena itu jembatan dan rel kereta perlu dinaikkan agar air tetap mengalir lancar ke hilir,” ujar Menteri Dody, Minggu,17 Mei 2026.
Pekerjaan penggantian Jembatan Bokwedi dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali melalui skema kontrak tahun jamak 2025–2026 dengan nilai proyek mencapai Rp11,6 miliar.
Adapun lingkup pekerjaan meliputi pembangunan pondasi borepile, abutmen jembatan, pemasangan struktur baja sepanjang 30 meter, pembangunan plat lantai, perkerasan aspal, hingga trotoar jembatan.
Selain meningkatkan kapasitas aliran sungai, pembangunan jembatan baru ini juga diharapkan mendukung kelancaran konektivitas, distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga sektor pariwisata di wilayah Pasuruan dan sekitarnya.
Menteri Dody mengatakan proses konstruksi ditargetkan rampung pada September hingga Oktober 2026 agar jembatan dapat segera digunakan masyarakat menjelang libur akhir tahun.
“Penanganannya relatif cepat, sekitar empat sampai lima bulan. Insyaallah sebelum Nataru 2026 jembatan ini sudah bisa difungsionalkan,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan tidak hanya dilakukan pada struktur jembatan, tetapi juga melalui koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk penyesuaian elevasi jalur rel kereta api di sekitar lokasi.
“Kalau jembatan dan rel kereta sama-sama dinaikkan, maka aliran air tidak lagi tertahan saat debit sungai meningkat,” tegas Menteri Dody.










