TVRINews, Jakarta
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menginstruksikan jajarannya untuk memutakhirkan dan memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring melonjaknya titik panas (hotspot), khususnya di wilayah Kalimantan Tengah. Selain memprioritaskan pemadaman api dan perlindungan warga, Menhut menekankan pentingnya penyelamatan satwa liar yang terdesak akibat kerusakan ekosistem.
Komitmen tersebut ditunjukkan Menhut Raja Juli Antoni saat turun langsung meninjau Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Ketapang, Kalimantan Barat. Kunjungan ini guna memastikan medis dan rehabilitasi satwa korban karhutla berjalan sigap.
"Upaya penanggulangan karhutla di lapangan wajib berjalan berdampingan dengan misi penyelamatan flora dan fauna. Kita tidak hanya memadamkan kobaran api, tetapi juga bertanggung jawab menyelamatkan ekosistem dan satwa yang kehilangan ruang hidupnya," tegas Menhut Raja Juli dalam keterangan yang dikutip dari situs Kemenhut, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Data Kemenhut mencatat sebanyak 51 individu orangutan berhasil dievakuasi dari area terdampak karhutla di Ketapang dan Kayong Utara sejak Agustus hingga pertengahan Oktober 2026. Banyak di antaranya ditemukan dalam kondisi lemas, dehidrasi, hingga menderita luka bakar termasuk dua orangutan remaja bernama Lusi dan Riri yang diselamatkan tanpa induknya.
Lonjakan Hotspot dan Respons Pemadaman Darat-Udara
Langkah responsif Kemenhut ini dipicu oleh lonjakan drastis hotspot tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) berdasarkan pantauan satelit SiPongi hingga Kamis malam (22/10/2026). Secara nasional, titik panas melesat menjadi 1.350 titik, di mana Provinsi Kalimantan Tengah menyumbang kenaikan tertinggi mencapai 874 titik.
Menanggapi dinamika tersebut, Menhut memastikan seluruh elemen penanganan telah dikerahkan, mulai dari tim groundcheck darat hingga pembasahan ekstra pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.
"Kenaikan angka titik panas ini langsung kita respons dengan pengerahan personil secara masif. Penanganan di tanah gambut kita fokuskan pada pendinginan total agar tidak ada bara tersisa yang memicu api susulan," lanjut Menhut.
Untuk menjangkau titik-titik terisolasi, sebanyak 49 unit armada udara telah disiagakan. Operasi ini mengombinasikan 32 unit helikopter water bombing serta 17 unit pesawat patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hasil kolaborasi Kemenhut bersama BNPB, TNI, dan BMKG.
Guna mengantisipasi dampak sebaran asap gambut terhadap kesehatan masyarakat, Menhut mengimbau warga di area terdampak untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan disiplin menggunakan masker, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Pemerintah juga menegaskan larangan keras membuka lahan dengan cara dibakar, serta meminta warga segera melapor jika menemukan satwa liar yang masuk ke permukiman.
"Masyarakat yang mendapati satwa liar terdesak keluar dari hutan dimohon tidak melakukan penanganan sendiri agar satwa tidak makin tertekan. Segera laporkan ke BKSDA atau posko terdekat agar dapat dievakuasi dengan aman," pungkas Raja Juli Antoni.










