TVRINews, Jakarta
Digelar di Candi Borobudur, ITC ke-11 akan menjadi ruang pendalaman Dhamma sekaligus perayaan Asadha Mahapuja bagi umat Buddha.
Sebanyak 2.000 peserta dari dalam dan luar negeri dijadwalkan akan memadati Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 24–26 Juli 2026. Kehadiran ribuan umat Buddha tersebut adalah dalam rangka mengikuti perhelatan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) ke-11.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi umat Buddha untuk bersama-sama melantunkan dan mendalami Dhamma dari Sammasambuddha Gotama yang termaktub dalam Kitab Suci Tipitaka. Puncak perayaan ini akan ditandai dengan perayaan Asadha Mahapuja pada 26 Juli 2026 di pelataran Candi Borobudur, sebuah momentum untuk mengenang pembabaran Dhamma pertama kali kepada lima pertapa.
Semangat "Menapaki Jalan Mulia"
Mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”, ITC ke-11 diharapkan mampu menjadi penggerak bagi umat untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia melalui pengamalan nilai-nilai Dhamma.
Ketua Panitia Kegiatan, Bhante Guttadhammo Mahāthera, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pembacaan kitab suci. Ia menekankan pentingnya Tipitaka sebagai standar untuk menguji keyakinan dan praktik keagamaan seseorang.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong agar penganut Buddha menggunakan ajaran dalam Tipitaka sebagai standar patokan dalam mengetahui benar atau tidaknya keyakinan dan praktik seseorang terhadap agama Buddha," jelas Bhante Gutta, dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.
Pendalaman Spiritual dan Harapan
Lebih lanjut, Bhante Gutta menjelaskan bahwa proses melafalkan Tipitaka secara berulang diharapkan mampu membawa dampak transformatif bagi peserta. Setelah melafalkan dengan baik, umat diharapkan dapat merenungkan makna Dhamma di dalam hati dan menembusnya dengan cara pandang yang benar.
Melalui pendalaman ajaran ini, diharapkan umat Buddha dapat terus menapaki jalan spiritual yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita belajar dan praktik Dhamma sehingga dalam perjalanan hidup selalu bertemu dengan orang bijaksana yang mampu membimbing kita hingga bebas dari dukkha (penderitaan)," tambah Bhante Gutta.
Pelaksanaan Indonesia Tipitaka Chanting 2026 diharapkan menjadi momentum strategis bagi umat Buddha di Indonesia untuk memperkuat penghayatan nilai-nilai luhur ajaran Buddha, sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan spiritual yang berdampak positif bagi diri sendiri maupun lingkungan masyarakat luas.










