TVRINews, Jakarta
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono buka suara terkait rencana pemerintah yang tengah mempersiapkan Pulau Galang di Kepulauan Riau sebagai pusat perawatan bagi korban perang Gaza.
Sugiono mengatakan Pulau Galang sebelumnya pernah difungsikan sebagai lokasi perawatan COVID-19 pada masa pandemi, sehingga dinilai memiliki fasilitas dasar yang dapat dimanfaatkan kembali.
"Kemarin presiden menyebut Pulau Galang, kita juga lagi sedang lihat. Karena waktu itu kan pernah dipakai untuk tempat perawatan COVID. Jadi ada infrastrukturnya sudah di sana,” kata Sugiono di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.
Namun demikian, Sugiono menyebut pemerintah mempunyai alternatif lain. Ia mengatakan tempat-tempat yang akan jadi pusat perawatan harus memiliki fasilitas menampung korban.
“Dalam rangka persiapan itu kita juga menyiapkan alternatif-alternatif lokasi di mana kita bisa menampung dan merawat mereka," ucapnya.
Baca Juga: Puting Beliung Rusak 41 Rumah di Manado
Sugiono menambahkan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap awal persiapan. Ia berharap proses ini dapat dipersiapkan secara matang agar pelaksanaannya berjalan lebih lancar.
"Jadi beliau sudah berbicara dengan beberapa pemimpin negara-negara Timur Tengah. Kemudian hal-hal yang sifatnya teknis juga kan harus kita persiapkan. Jadi sewaktu-waktu itu bisa dilaksanakan, ya kita sudah siap dan ceritanya seperti itu," ujarnya.
Sugiono mengatakan belum ada kepastian berapa banyak warga Gaza yang akan dirawat. Namun, Indonesia bisa saja merawat seribu warga Gaza.
"Waktu itu disampaikan kita siap menerima sampai seribu," imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala PCO Hasan Nasbi mengatakan pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas kesehatan di Pulau Galang. Selain menjadi pusat pengobatan, Pulau Galang dapat menampung keluarga korban perang Gaza.
"Rencananya disiapkan pusat pengobatannya nanti di Pulau Galang. Karena di Pulau Galang terdapat fasilitas rumah sakit, termasuk juga fasilitas-fasilitas pendukung lainnya yang bisa untuk mengobati sekitar 2.000 warga Gaza. Termasuk juga nanti untuk menampung keluarga yang mendampingi korban-korban perang ini," ujar Hasan di kantornya, Kamis, 7 Agustus 2025.










