TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama (Kemenag) memperluas pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran melalui perilisan bahan ajar keagamaan pada fitur Ruang Murid di platform Rumah Pendidikan.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran digital yang dapat memberikan akses lebih luas terhadap sumber belajar berkualitas. Transformasi digital pendidikan dinilai tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi, tetapi juga membutuhkan sinergi antarlembaga.
Peluncuran bahan ajar tersebut dilakukan melalui Webinar Perilisan Bahan Ajar Keagamaan pada Ruang Murid. Kegiatan yang digelar secara daring itu diikuti sekitar 3.000 peserta, terdiri atas guru, kepala sekolah, kepala madrasah, pengawas, serta pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, mengatakan Rumah Pendidikan tidak hanya dikembangkan sebagai aplikasi layanan digital, tetapi sebagai ekosistem pembelajaran yang dapat menghubungkan berbagai kebutuhan dalam dunia pendidikan.
"Saat ini, kami mengembangkan rumah pendidikan, sesungguhnya, yang ingin kami bangun, bukan hanya sebuah aplikasi, tapi kami ingin membangun, sebuah ekosistem pembelajaran digital nasional,"kata Wibowo dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 9 Agustus 2026.
Menurut Wibowo, ekosistem tersebut nantinya dapat mengakomodasi kebutuhan guru, murid, orang tua, satuan pendidikan, hingga pemerintah daerah dalam satu layanan yang mudah diakses.
"Nah tentu semua kebutuhan itu, hadir dalam satu ekosistem, yang nantinya akan mudah, diakses oleh masyarakat, yaitu Rumah Pendidikan,"jelasnya.
Wibowo menjelaskan, kerja sama dengan Kemenag menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memperluas pemanfaatan sumber belajar. Kemenag memiliki beragam bahan ajar yang telah disusun oleh unit berwenang dan digunakan di satuan pendidikan, sementara Kemendikdasmen memiliki infrastruktur digital untuk memperluas akses terhadap materi tersebut.
"Kementerian Agama ini memiliki, kekayaan bahan ajar yang luar biasa, yang disusun oleh unit-unit berwenang, yang tadi sudah disampaikan juga, dan telah digunakan, di berbagai satuan pendidikan, di bawah pembinaannya tentunya. Sementara itu di Kemendikdasmen, melalui Pusdatin, kami memiliki ekosistem digital, yang mampu memperluas jangkauan manfaat, dan sumber belajar tersebut,"ucapnya.
Ia menekankan bahwa transformasi digital pendidikan seharusnya tidak mendorong setiap lembaga membangun platform secara sendiri-sendiri. Sebaliknya, kolaborasi dinilai penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
"Jadi sekali lagi bukan berlomba, untuk membangun platform masing-masing, tapi justru saling memperkuat, saling melengkapi, dan juga memanfaatkan teknologi ini, untuk memberikan, pelayanan yang baik kepada publik, yang semakin optimal,"tambahnya.
Hadirkan 117 Materi Pembelajaran
Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama, Abdul Basit, mengatakan kerja sama lintas kementerian tersebut ditujukan untuk membuka akses yang lebih luas terhadap bahan ajar keagamaan yang berkualitas dan kredibel.
"Dengan menyatukan kekuatan masing-masing instansi, kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi sekat dalam mengakses pendidikan berkualitas. Seluruh guru dan murid di seluruh Indonesia kini dapat dengan mudah menemukan bahan ajar keagamaan yang sah dan kredibel dalam satu ekosistem platform yang sama,"ungkap Basit.
Pada tahap awal, Direktorat KSKK Madrasah menyediakan 117 materi pembelajaran pilihan. Materi tersebut terdiri atas video interaktif dan artikel dalam format PDF yang ditujukan untuk berbagai jenjang pendidikan.
Bahan ajar tersebut mencakup mata pelajaran Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Basit menambahkan, seluruh materi yang tersedia telah melalui tahapan penjaminan mutu dan kurasi substansi sebelum dapat diakses secara nasional.
"Konten-konten ini telah melalui serangkaian proses penjaminan mutu dan kurasi substansi yang ketat untuk menjamin kelayakan dan kredibilitas sebelum ditayangkan secara nasional,"lanjutnya.
Kolaborasi penyediaan bahan ajar juga melibatkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama. Lembaga tersebut turut menyumbangkan lebih dari 100 video pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti.
Plt. Direktur Urusan Pendidikan Agama Buddha, Budi Sulistiyo, berharap kehadiran bahan ajar keagamaan di Rumah Pendidikan dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
"Semoga platform ini menjadi ruang kolaborasi yang mampu menghadirkan inovasi pembelajaran meningkatkan kompetensi guru serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan pendidikan di Indonesia,"ujar Budi.
Perilisan bahan ajar keagamaan di Ruang Murid menjadi salah satu langkah memperkuat Rumah Pendidikan sebagai ekosistem pembelajaran digital nasional. Kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Kemenag diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak sumber belajar berkualitas yang dapat dimanfaatkan guru dan murid di seluruh Indonesia.









