TVRINews, Jakarta
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap persiapan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 RI pada Senin, 17 Agustus 2026 mendatang. Ia menuturkan, jika persiapan saat ini telah memasuki tahap gladi kotor.
“Jadi hari ini kita lanjut untuk latihan gladi kotor. Tadi mulai pukul 08.00 sudah kita mulai,” kata Prasetyo pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam latihan tersebut, kata dia ada sebanyak 81 pesawat dan helikopter dilibatkan. Menurutnya, jumlah tersebut mencakup berbagai alutsista, termasuk pesawat tempur, pesawat A400, dan helikopter.

“Tadi juga kita saksikan termasuk latihan untuk demo udara yang diikuti oleh kurang lebih 81, baik pesawat maupun helikopter yang kita miliki,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prasetyo juga mengapresiasi para penerbang TNI yang menjalankan latihan tersebut. Ia menilai menerbangkan pesawat tempur membutuhkan kemampuan dan keberanian tinggi karena memiliki risiko keselamatan.
“Kita cukup bangga, karena perlu kita sadari bahwa menerbangkan terutama pesawat tempur itu bukan sesuatu hal yang ringan,” tutur Prasetyo.
Dalam latihan demo udara, dua pesawat Rafale milik Indonesia juga turut diterjunkan. Prasetyo membenarkan bahwa keterlibatan Rafale menjadi bagian dari atraksi udara dalam peringatan HUT RI tahun ini.
“Ada. Dua Rafale yang dimiliki Indonesia diterjunkan buat atraksi. Pengennya lebih banyak,” katanya.
Setelah latihan, Prasetyo mengatakan jika evaluasi langsung dilakukan. Salah satu aspek yang diperiksa adalah ketepatan koordinat manuver pesawat dan helikopter, terutama dari perspektif podium utama.
“Koordinat supaya betul-betul center posisi dari manuver baik pesawat maupun heli dari sisi podium utama terutama, di mana nanti Bapak Presiden beserta dengan para tamu menyaksikan,” jelasnya.
Prasetyo mengatakan terdapat sejumlah manuver yang cukup membuat tegang, termasuk ketika tiga helikopter melakukan manuver dalam jarak berdekatan. Namun, seluruh rangkaian latihan berjalan lancar.
“Tadi beberapa juga ada manuver yang sempat bikin deg-degan juga, tiga heli yang saling berdekatan dan alhamdulillah berjalan lancar,” ujarnya.
Tak hanya itu, evaluasi juga dilakukan terhadap persiapan Paskibraka. Para pelatih meminta tambahan waktu latihan karena terdapat perbedaan kondisi lapangan di Istana dengan lokasi latihan sebelumnya.
Salah satu faktor yang perlu disesuaikan adalah kondisi rumput di halaman Istana yang dinilai lebih tebal.
“Di Istana cukup tebal, jadi butuh sedikit penyesuaian. Jadi tadi para pelatih minta izin untuk menambah porsi latihan dan tadi langsung kami sebagai penanggung jawab, kami izinkan,” kata Prasetyo.
Tambahan latihan tersebut dilakukan di luar jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya untuk gladi parsial maupun gladi kotor.
Pemerintah juga menambah kapasitas masyarakat yang dapat menyaksikan langsung rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.
Prasetyo mengatakan satu blok tambahan disiapkan dengan kapasitas sekitar 3.400 orang yang nantinya dibagi dalam sesi pagi dan sore.
“Ada penambahan satu blok yang akan memuat kurang lebih 3.400 yang akan dibagi menjadi sesi pagi dan sore,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah menyiapkan tenda tambahan bagi masyarakat yang biasanya menyaksikan kegiatan dari sekitar Taman Pandang.
“Supaya menyaksikannya jauh lebih enak, kami juga siapkan satu tenda khusus tambahan,” tambah Prasetyo.










