TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, meminta PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek rumah subsidi. Ia menilai pembangunan perumahan tidak cukup hanya berfokus pada penyediaan unit hunian, tetapi juga harus disertai perencanaan infrastruktur dan fasilitas dasar yang memadai.
Menurutnya, lokasi perumahan subsidi yang cenderung berada di wilayah pinggiran akibat keterbatasan harga tanah kerap menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat, terutama terkait akses transportasi dan fasilitas publik.
“Banyak perumahan dibangun di lokasi yang cukup jauh dari pusat aktivitas karena menyesuaikan harga lahan. Karena itu, perencanaan kawasan seharusnya juga memperhitungkan akses dan fasilitas pendukung,” ujar Andi, dalam keterangan yang dikutip, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia mencontohkan hasil kunjungan kerja ke salah satu kawasan perumahan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dinilai belum memiliki akses transportasi umum yang memadai. Kondisi tersebut membuat sebagian besar penghuni hanya bergantung pada kendaraan pribadi untuk beraktivitas.
“Di lapangan, seperti di Bantul, masyarakat yang tinggal di perumahan tersebut belum memiliki akses transportasi umum yang memadai, sehingga aktivitas sehari-hari masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi,” katanya.
Selain akses transportasi, Andi juga menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas dasar seperti air bersih, ruang terbuka hijau, tempat ibadah, serta sarana pendidikan yang terintegrasi dalam perencanaan kawasan perumahan subsidi.
“Perumahan tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan fisik rumah. Fasilitas dasar seperti air bersih, tempat ibadah, ruang sosial, hingga akses pendidikan harus sudah direncanakan sejak awal,” tegasnya.
Ia menambahkan, evaluasi ini penting agar program perumahan subsidi benar-benar tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat berpenghasilan rendah serta pekerja informal.
Sarana Multigriya Finansial diharapkan dapat memperkuat mekanisme pengawasan dan perencanaan proyek, sehingga pembangunan rumah subsidi tidak hanya memenuhi aspek kuantitas, tetapi juga kualitas lingkungan hunian secara menyeluruh.










