
Hacker Peretas Pusat Data Nasional Minta Tebusan Sebesar Rp131 Miliar (dok. TVRINews/M Fatkhur Rozaq)
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengatakan sampai saat ini Pusat Data Nasional (PDN) tengah mengalami gangguan akibat serangan siber yang memanfaatkan ransomware brain chipher (brain 3.0).
“Ini adalah pengembangan terbaru dari ransomware Lockbit 3.0. Jadi memang ransomware ini kan dikembangkan terus. Jadi ini adalah yang terbaru yang setelah kita lihat dari sampel yang sudah dilakukan sementara oleh forensik dari BSSN,” kata Kepala BSSN, Hinsa Siburian, dalam konpres di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pada Senin, 24 Juni 2024.
Baca Juga: Gangguan Pusat Data Nasional Disebabkan Serangan Siber Ransomware
Hinsa mengungkapkan bahwa hingga kini BSSN, Kemenkominfo, dan Telekomsigma masih berusaha untuk memulihkan seluruh layanan, termasuk memecahkan enkripsi yang membuat data di PDN tidak dapat diakses.
Akibat serangan tersebut, sebanyak 210 instansi baik dari pusat maupun daerah kesulitan melakukan pelayanan.
PDNS yang dikelola oleh Telkomsigma berada di dua tempat, yaitu Jakarta dan Surabaya. Pelaku melancarkan serangan siber ke PDNS yang berada di Surabaya.
Baca Juga: KPU Tetapkan 40 Caleg Terpilih DPRD Kulonprogo Periode 2024-2029
Pelaku yang melakukan serangan siber meminta tebusan sebesar USD 8 juta atau senilai RP131 miliar ke pengelola PDN.
Sampai saat ini, Telkomsigma sebagai pengelola bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas di dalam dan luar negeri masih melakukan penyelidikan atas tindakan penyanderaan data ini.
Editor: Redaktur TVRINews
