TVRINews, Depok
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mengajak pemerintah daerah menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan ramah anak sebagai tempat belajar, bermain, serta mengembangkan potensi dan kreativitas. Ajakan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 bertema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" di Makara Art Centre Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 23 Juli 2026.
Veronica Tan menegaskan setiap anak memiliki hak untuk tumbuh di lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, dan mendapat kesempatan untuk berkreasi.
"Anak-anak memiliki hak untuk bermain, belajar, berkarya, didengar pendapatnya, dan tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, bahagia, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Saya yakin, setiap anak memiliki impian untuk bisa menjadi diri mereka yang terbaik. Tapi, sudahkah orang dewasa menyediakan ruang yang tepat untuk anak-anak kita? Kita harus memastikan ruangan untuk anak berkreasi direncanakan dengan baik dan aman," ujar Wamen PPPA.
Menurut Veronica, penyediaan ruang ramah anak memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar memenuhi standar keamanan dan mendukung tumbuh kembang anak.
"Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena hak anak harus dipenuhi semua pihak. Kolaborasi menjadi kunci yang harus direncanakan dengan baik, matang, dan memenuhi standar yang aman untuk anak. Saya harap, Depok dapat menjadi contoh perencanaan yang baik untuk standar ruang yang aman dan nyaman bagi anak," tutur Wamen PPPA.
Selain ruang fisik yang aman, Veronica juga mengingatkan anak-anak agar mampu melindungi diri di ruang digital, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
"Perkembangan teknologi melaju dengan cepat apalagi dengan adanya AI (Artificial Intelligence) sehingga tidak ada batas lagi di internet. Mulailah berpikir apa yang bisa dilakukan untuk menjaga diri sendiri? Saat berselancar di dunia digital, adik-adik semua bisa mengatakan tidak jika percakapan mulai melewati batas, melanggar privasi adik-adik semua, dan membahayakan kesehatan mental. Berceritalah kepada orang yang dapat dipercaya. Jangan sembarangan bercerita kepada orang lain," tegas Wamen PPPA.
Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan dukungan terhadap program Kementerian PPPA melalui pengembangan Ruang Bersama Indonesia dengan memanfaatkan taman-taman kota sebagai ruang aman bagi anak.
"Kami mendukung program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam penyediaan ruang yang aman bagi anak dalam bentuk Ruang Bersama Indonesia. Kami memaksimalkan taman-taman di wilayah Kota Depok menjadi Ruang Bersama Indonesia, sebuah ruang dimana anak-anak dapat menyalurkan bakat mereka dengan baik. Depok saat ini juga memiliki Forum Anak Daerah di 11 kecamatan. Pemerintah daerah aktif mengajak Forum Anak dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam merencanakan pembangunan kota yang aman untuk anak," ujar Walikota Depok.
Dalam rangkaian peringatan HAN 2026, Forum Anak Nasional (FAN) juga menyampaikan Suara Anak Indonesia 2026 yang memuat 12 aspirasi utama. Aspirasi tersebut mencakup percepatan kepemilikan identitas hukum bagi anak, penguatan partisipasi anak dalam pembangunan daerah, peningkatan literasi digital dan perlindungan data pribadi, pengawasan lembaga pengasuhan alternatif, penguatan pola asuh positif, pemerataan layanan kesehatan ramah anak, pemenuhan gizi, pengendalian iklan rokok dan penyalahgunaan narkotika, penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran, pemerataan akses pendidikan di wilayah 3T dan daerah terdampak bencana, pencegahan perundungan, serta penguatan perlindungan anak dari eksploitasi, termasuk di ruang digital.
Peringatan HAN 2026 di Kota Depok juga diramaikan Festival Budaya Anak sebagai upaya melestarikan permainan tradisional dan seni budaya Nusantara. Festival tersebut menampilkan pertunjukan musik kolintang anak, tarian adat Papua dan Bali, serta pagelaran wayang kulit yang dibawakan dalang anak.
Direktur Kebudayaan Makara Art Center Universitas Indonesia, Ngatawi Al Zastrouw, menilai kebudayaan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak.
"Cara paling efektif mendidik manusia menjadi manusia adalah melalui kebudayaan. Agar anak-anak tetap menjadi manusia seutuhnya, maka mereka harus dikenalkan dengan budaya Indonesia. Hari Anak Nasional harus menjadi sarana dan komitmen untuk memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri," ujar Direktur Kebudayaan Makara Art Center Universitas Indonesia, Ngatawi Al Zastrouw.










