TVRINews, Pamekasan
Hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan terus membawa dampak positif kepada para penerima manfaat program di seluruh wilayah Indonesia.
Di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, gedung SDN Jalmak 1 kini menjadi lebih kokoh dan menjadi rujukan gelaran festival pendidikan di tingkat Kabupaten Pamekasan.
Kepala SDN Jalmak 1 Pamekasan, Nardin, memaparkan bahwa sebelum adanya revitalisasi, sekolahnya mengalami tingkat kerusakan dengan skala lebih dari 50 persen.
Ia sangat bersyukur di tahun 2025 sekolahnya terpilih menjadi penerima revitalisasi dan mendapatkan menu untuk rehabilitasi 7 ruang kelas, 1 ruang UKS, serta pembangunan 2 unit toilet, dengan total anggaran lebih dari Rp1,2 miliar.

“Setelah direvitalisasi, kini sekolah kami menjadi rujukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan untuk gelaran acara pendidikan seperti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N)," kata Nardin, dikutip dari siaran persnya, Senin, 25 Mei 2026.
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, kini pembelajaran di SDN Jalmak 1 menjadi lebih nyaman untuk semua warga sekolah,” lanjutnya.
Dampak positif akan revitalisasi juga turut dirasakan oleh Tegar Saputra Erfendi, murid kelas 6 SDN Jalmak 1.
"Senang sekali sekarang ruang kelas sekolah saya jadi lebih bagus dan membuat kegiatan belajar kami menjadi lebih fokus. Di sekolah kami juga sudah dapat Makan Bergizi Gratis (MBG), kami semua makan dengan tertib dan tidak berebut satu sama lain,” ucap Tegar.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui dinas pendidikan turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang telah memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan dan semangat belajar murid di wilayah Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Pamekasan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa selama ini, banyak sekolah di Jawa Timur yang belum pernah mendapatkan sentuhan perbaikan maupun pengembangan fasilitas pendidikan. Dengan adanya revitalisasi, kini para warga sekolah merasakan hasil nyata pembangunan ruang kelas, perbaikan gedung sekolah, pembangunan unit toilet, laboratorium dan sebagainya.
“Peningkatan fasilitas pendidikan ini sangat sejalan dengan upaya peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran. Tentunya, hasil revitalisasi membuat aktivitas murid di sekolah semakin meningkat, termasuk pada pengembangan prestasi akademik maupun keterampilan vokasi,” ungkap Aries.
Selain itu, dampak revitalisasi juga terlihat pada peningkatan prestasi murid seperti ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Beberapa sekolah di daerah yang sebelumnya belum pernah meraih prestasi kini berhasil menjadi juara di tingkat provinsi bahkan mewakili Jawa Timur di tingkat nasional. Kondisi tersebut menurutnya tidak lepas dari ketersediaan fasilitas praktik yang sebelumnya sulit diakses oleh murid dan kini dapat digunakan secara langsung.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semoga program revitalisasi dapat terus berlanjut dan menjangkau seluruh wilayah secara merata. Sehingga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memperkuat daya saing pendidikan di Jawa Timur,” tutur Aries.










