TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menilai ruang digital memiliki peran penting dalam mendorong kreativitas dan partisipasi generasi muda, khususnya Generasi Z. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sidang Ujian Doktor Terbuka Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Riefky, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda memperoleh informasi, berinteraksi, menciptakan karya, hingga berpartisipasi dalam berbagai aktivitas di ruang digital. Karena itu, ruang digital dinilai perlu dimanfaatkan tidak hanya sebagai sarana komunikasi dan partisipasi, tetapi juga untuk mendorong kreativitas, inovasi, serta lahirnya karya yang memiliki nilai tambah.
"Disertasi ini juga memperlihatkan bahwa demokrasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi Generasi Z. Bagi ekonomi kreatif, perkembangan tersebut menjadi sangat relevan karena generasi muda merupakan bagian penting dari ekosistem digital sekaligus memiliki potensi besar sebagai kreator dan penggerak industri kreatif," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 3 September 2026.
Kemudian, Riefky menekankan pentingnya memastikan ruang digital dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan generasi muda. Terlebih, Generasi Z memiliki posisi strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif karena dekat dengan perkembangan teknologi dan berbagai platform digital.

"Karena itu, kita perlu memastikan ruang digital dapat dimanfaatkan untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan lahirnya karya-karya yang memiliki nilai tambah," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Riefky juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, kampus dapat menjadi sumber pengetahuan, riset, data, dan inovasi yang dibutuhkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
Penguatan ekosistem ekonomi kreatif, lanjut dia, membutuhkan kolaborasi melalui pendekatan heksaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai semakin penting untuk menghasilkan kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis pengetahuan dan riset, sekaligus mampu merespons perubahan perilaku generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Adapun sidang doktor terbuka tersebut menguji disertasi Agust Jovan Latuconsina berjudul "Pengaruh Demokrasi Digital, Literasi Politik dan Post-Truth Politics terhadap Partisipasi Politik Generasi Z pada Pemilu 2024 di Indonesia". Temuan disertasi tersebut menyimpulkan bahwa demokrasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi politik Generasi Z pada Pemilu 2024 di Indonesia.
Temuan itu dinilai menunjukkan kuatnya posisi ruang digital dalam membentuk keterlibatan generasi muda. Dalam konteks ekonomi kreatif, kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk mendorong generasi muda agar semakin aktif menciptakan karya dan mengembangkan inovasi di sektor kreatif.










